Suguhan Alam Sumedang yang Nendang Dipandang Mata

Jenuh akan hiburan kota yang germelap, saatnya melepas penat dan hiruk pikuk semua itu. Kembali ke alam, maka alam Sumedang akan menyembuhkan.

Sejatinya saya memang belum mengenal Sumedang karena belum menjelajahi tanahnya. Namun mendengarkan banyak cerita langsung dari teman saya, orang yang mengakar dari sana, Sumedang sudah memikat hati saya untuk sejenak menikmati hidup di kota tersebut. Seakan-akan kaki-kaki ini sudah menjelajahi pesona alamnya yang terbentang menakjudkan, juga menguak keindahan yang masih banyak tersembunyi.

***

Ternyata saya tidak menyadari jika pernah singgah di kota itu. Kala itu saya dalam perjalanan kembali ke perantauan, Bandung. Pasca lebaran, suasana di jalan masih macet. Sebenarnya saya tipe orang yang jarang makan nasi kalau sedang perjalanan seorang diri, biasanya saya bisa menahan lapar, namun tidak kali ini. Saking durasi perjalanan lama sekali. Normalnya 12 jam harusnya sudah sampai, menjadi panjang sampai 24 jam. Dari sore berangkat, keesokan paginya saya masih di perjalanan. Berhenti di rest area, banyak penumpang yang masuk ke rumah makan dan sarapan. Sedangkan saya hanya duduk-duduk di luar saja. Melihat beberapa penumpang lain yang nyemil tahu yang dijual oleh di pinggir jalan membuat saya tertarik saat ditawari teman perjalanan untuk ikutan beli.

Renyah kulit tahunya. Rasanya enak nan nagihin setelah menghabiskan satu bungkus tahu, saya jadi beli lagi. Nggak hanya untuk saya makan saat itu, juga bawa sebagai oleh-oleh, lumayan kan bisa berbagi dengan teman kerja. Malamnya ketika saya sudah sampai di kosan langsung tahu itu saya bagi ke teman, beserta oleh-oleh lain dari kampung.

“Tadi lewat Sumedang ya?”

“Nggak tahu ya.” Memang saya kalau sedang perjalanan selalu tidak memperhatikan kota mana yang dilalui maklum kebanyakan tidurnya.

“Ini tahu yang kamu bawa tuh dari Sumedang.” Teman saya ngasih penjelasan yang langsung saya tanggapi dengan O aja.

Ternyata ini toh rasa tahu yang melegenda itu. Tahunya Sumedang sudah terkenal dimana-mana sih. Mungkin kalian juga sepemikiran dengan saya kalau mendengar Sumedang tahunya ya tahu kan?

“Itu kampung aku loh! Kalau libur kerja nanti aku ajak main ke sana ya.”

“Emang ada apanya di Sumedang, selain tahunya?”

“Ih, jangan ngece gitu. Banyak bentang alamnya yang mesti dieksplor.”

Hampir saban hari, teman saya banyak bercerita ada apa saja di Sumedang khususnya keindahan alamnya yang mengundang datang semenjak saya menyatakan ketertarikan dengan kota itu. Saya menanti-nantikan hari datangnya saya bisa main ke Sumedang. Saking sibuknya tenggelam dalam kerja akhirnya tidak keturutan. Saya sudah tidak bekerja lagi di tempat saya merantau. Padahal waktu perjalanan dari kota kerja saya ke Sumedang bisa ditempuh dua jam. Kini saya berada jarak dua provinsi yang jauh dari Jawa Barat. Sumedang hanya bisa jadi kota impian aja untuk pergi berpetualang suatu hari nanti.

Tandang Ke Sumedang Jangan Hanya Ngincer Tahunya, Jelajahi Wisata Alamnya

“Sumedang bukan hanya sekedar tahu yang menambah citarasa dalam hidup, ada juga cinta yang menjadi warna yang menyertai setiap petualangan bersama alam.”

Adalah sebuah kabupaten di Jawa Barat berjarak sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung, yang memancarkan keindahannya sendiri. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran tinggi, Sumedang didominasi destinasi wisata alam yang pesona alamnya menggoda untuk dijelajahi dengan kaki-kaki. Sensasi yang ditawarkan Sumedang layak menjadi obat penyegar pikiran.

Masih ingat dalam kenangan, selepas meninggalkan rest area menuju Bandung kala itu, hamparan sawah yang menghijau dengan latar belakang bukit-bukit dan gunung nampak indah dan menyegarkan. Saya tidak mengira saat itu saya berada dI Sumedang. Seakan ingin diri ini menetap di tempat seperti itu. Andai bisa berkunjung kembali ke Sumedang, saya sudah menyiapkan daftar destinasi wisata yang ingin saya sambangi suatu hari nanti. Bakal jadi pengalaman yang mengesankan bila bisa bercengkerama dengan alamnya yang eksotis. Saking indahnya sulit untuk memilih mau melangkahkan kemana.

1. Hirup Udara Segar dari Puncak Gunung Kerenceng

Ada yang bilang “Jika kamu ingin mendapatkan guru yang besar, pergilah mendaki. Kan kamu dapatkan pelajaran yang sangat berharga.” Ya, mendaki gunung membuat kita tahu bagaimana kelemahan, perjuangan, ego, semangat dan kebersamaan, juga bisa melihat dunia yang terbentang luas.

Rasa-rasanya tak salah menjajal mendaki gunung setinggi 1736 Mdpl, Gunung Kerenceng, yang sejatinya tidak terlalu tinggi. Sensasi mendaki yang pantas dicoba buat pendaki pemula, hanya membutuhkan waktu 1-2 jam dari base mencapai puncaknya. Belum begitu banyak yang mengenal Gunung kerenceng sehingga masih alami untuk didaki jadi menggugah keingintahuan jiwa petualangan untu mencoba mengeksplorenya. Jalurnya cukup menantang dan menguras tenaga dengan kontur jalan menanjak tanpa ada jalur landai, penuh rerumputan dan memiliki banyak cabang.

Capek dan kaki lecet-lecet akan terbayar sesampainya di puncak Gunung Kerenceng. Pandanglah ukiran alam Sumedang yang sengaja menawarkan keindahannya yang menggoda, terpampang nyata dari ketinggian gunung ini. Hirup udara pegunungan sedalam-dalamnya dan nikmati segarnya aroma yang tak akan pernah diperoleh di perkotaan. Tak akan menyesal mendaki tinggi ke Gunung Kerenceng.

Di atas ketinggian gunung, saya akan bisa merenungkan betapa menakjubkan kehidupan ini dan akan lebih bersyukur.

2. Memukau, Hamparan Keindahan dari Bukit Toga

Sumedang menawarkan eksotisme pemandangan alam luar biasa. Dari atas Bukit Toga, sejauh mata memandang dapat terlihat jelas Sumedang yang pegunungan dengan beberapa bukit di tengah kota, juga sawah yang terhampar hijau luas. Dekat dengan pusat kota, Bukit Toga mudah didatangi. Sangat tenang berdiri di atas bukit ini diselingi udara sejuk dan cenderung dingin. Bukit Tiga menawarkan pemandangan yang pantas dinikmati kaum muda, cocok untuk berfoto-foto. Kesan romantis pun bisa terekam dari ketinggian bukit ini.

Berpadu dengan angin yang cukup besar di atas perbukitan dan persawahan, rasakan juga sensasi terbang dari atas Bukit Toga. Yang memiliki nyali, jajallah paralayang atau gantole yang tersedia. Wisata petualangan di kawasan ini adalah sebuah pengalaman menegangkan sekaligus mengasyikan yang bisa didapatkan. Melayang tinggi dari lereng bukit lalu mendarat di pemurahan toga.

Patut dibanggakan dari Bukit Toga, di sinilah pernah diselenggarakannya sport tourism event berskala internasional, yakni “West Java Paragliding World Championship 2019”. Sumedang menuju destinasi wisata kelas dunia. Sebelum banyak turis luar berdatangan ke tempat ini, alangkah kita yang orang lokal berkunjung dulu. Setidaknya sekali dalam seumur hidup, saya ingin menantang diri sendiri untuk terbang meskipun takut ketinggian.

3. Birunya Situ Cilembang Menjernihkan Penat

Lepas memandang pesona hijau, mata beralih ke birunya danau. Surga biru yang cukup tersembunyi di dalam hutan, di kawasan Desa Hariang, Bahdua. Situ Cilembang yang nan eksotis memiliki air yang sangat jernih dan bersih. Saking jernihnya, saya membayangkan bisa bercermin pada air yang menggenang di Situ Cilembang. Ikan-ikan yang berenang dengan mata telanjang, juga kura-kura air tawar berkeliaran bisa dijumpai jika beruntung. Mata sungguh akan termanjakan dan menyegarkan kembalil pikiran yang penat.

Yang menarik, Situ Cilembang belum terjamah banyak orang. Nuansanya masih alami nan asri. Pepohonan dan semak yang menghijau makin menambah eksotisme danau yang memiliki air berwarna kebiruan ini, ditambah lagi ada hewan-hewan liar di lokasi.

Jangan kepikiran untuk menyebutkan diri ke dalam danau. Jernihnya air yang biru di danau ini tidak diperkenankan untuk digunakan berenang. Air Situ Cilembang ini dimanfaatkan langsung sebagai sumber air minum oleh masyarakat yang ada disekitar. Karenanya kebersihan dan kualitas air Situ Cilembang harus dijaga oleh para pengunjung agar tidak menjadi kotor. Namun jangan khawatir masih ada terdapat kolam khusus berenang dengan kondisi air sangat jernih.

Tidak diperkenankan datang hari Selasa dan Jumat, ada pantangan memasuki area danau pada hari itu. Saat terbaik untuk kemari, datanglah kala siang atau kala langit tengah cerah. Saat itu birunya danau akan terlihat jelas. Keindahan Situ Cilembang inilah yang harus disaksikan secara langsung oleh mata sendiri.

4. Curug Cigorobog, Segarnya Air Terjun yang Memikat

Dataran tinggi Sumedang tidak hanya dinikmati gunung dan bukit yang sedap dipandang, juga ketinggian air terjunnya. Tingkatan-tingkatan Curug Cigorobog yang bisa didaki sungguh menarik dengan pemandangan hutan masih lebat sepanjang jalan disertai udara segar. Keindahan alamnya sangat cocok bagi pecinta fotografi.

Curug Cigorobog yang menawarkan keindahan eksotis. Gemericik air yang terdengar dari air terjun akan menciptakan suasana nyaman. Tarik napas sedalam-dalamnya nikmati udaranya yang sangat segar serta sejuk. Suasana dingin dengan aroma tanah basah yang khas bikin betah berlama-lama berada di tempat tersebut.

Ada tiga tingkatan dan ketinggiannya sekitar 40 meter. Tingkat paling bawah airnya cukup dalam, tingkatan ini paling nyaman dijadikan tempat berenang dan bermain air. Kali ini bisa bermain air sepuasnya. Kian ke tingkatan atas, akses pun makin sulit dijangkau. Datanglah kala debit air sedang tinggi karena air terjun akan terlihat lebih indah.

Bermain air di Curug Cigorobog makin menyenangkan, arusnya yang tidak terlalu kencang membuat permainan arum jeram aman dicoba. Seharian berada di Curug Cigorobog bikin sulit melupakan keseruan ini.

Lepas Sambangi Alam Sumedang, Yakin Mata Nggak Ingin Lekas Pulang

Look deep into nature, and then you will understand everthing better. -Albert Einstein

Hamparan hijau sepanjang mata memandang dan birunya air yang menyegarkan mata. Yakin untuk berpisah?

Terpapar langsung dengan alam, Sumedang memang menawarkan keindahan destinasi wisata yang sulit ditolak. Alam yang masih asri adalah salah satu alasan kenapa saya ingin datang ke Kota Tahu ini. Siapapun pasti akan terkesan dengan Sumedang. Cukup menarik di mata anak millenial seperti saya. Spot-spot alam yang bisa dijepret dalam kamera digital maupun handphone, tak kalah instagramable untuk dipasang di akun sosmed. Gunung dan bukit indah nan asri, danau biru menjernihkan, dan ar terjun yang memukau. Besar harapan semoga dalam waktu dekat saya bisa mengeksplor tempat-tempat yang saya sebutkan itu.

Kekayaan alam Sumedang sungguh luar biasa. Potensi alamnya yang dahsyat adalah andalan destinasi wisata Jawa Barat yang patut didatangi.

Kalian yang pecinta alam, mari bertandang ke Sumedang, kepingan surga yang tersembunyi di Jawa Barat! Datang sendiri atau bawa teman-teman. Tatap langsung dengan datang langsung!

Pokonamah deudeuieun…

***
Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Nasional: Writingthon Jelajahi Sumedang


Sumber referensi :
https://m.republika.co.id/amp/npm0p7
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumedang
https://mounture.com/cerita-petualang/gunung-kerenceng-si-kecil-cabe-rawit/
https://www.faktaindonesianews.com/?arsip=17261&judul=pemkab-sumedang-wujudkan-sumedang-sebagai-kabupaten-pariwisata-dan-destinasi-wisata-kelas-dunia
https://anekatempatwisata.com/tempat-wisata-di-sumedang/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s