Nggak Sempat Belanja Bahan Dapur di Pasar Tradisional, Kini Bisa Dengan Tumbasin

Sebagai anak perantauan memaksa diri ini menjadi anak mandiri. Saya yang biasanya di rumah sendiri jarang masak di dapur, kini di tempat perantauan terpaksa harus bisa memaksa. Sebenarnya bisa jadi sih beli makanan jadi di luar, namun memasak sendiri itu bisa membuat makanan banyak dan bisa dimakan untuk persediaan besuk harinya juga, ya alias bisa hemat uang, hahaha. Gegara teman kos sih sebenarnya yang membuat saya jadi giat memasak. Seakan nular kalau berteman dengan yang suka masak, jadinya saya kepo-kepo di google cari resep masakan. Nggak mau kalah dengan dia yang mesti berkutat di dapur sebelum berangkat kerja maupun sepulang kerja, saya pun ikut main ke dapur. Meski nggak setiap hari sih saya masaknya malahan seminggu sekali hahaha, ya setidaknya itung-itung nyicil kemampuan jadi ibu rumah tangga lah ya. Saya yang dulunya bingung pakai bumbu dapur, malahan bisa membuat masakan enak. Kadang ngerasa bangga sendiri kalau masakan dipuji teman, bikin semangat masak terus dan terus.

Kerja di Rumah Pemotongan Ayam yang menjual potongan-potongan daging ayam segar maupun beku, mudah bagi para karyawan untuk membeli langsung. Kalau lagi pengen masak sayap ayam, saya pun membeli. Kalau pengen masak fillet ayam ya beli. Nah, sore itu saya pulang kerja membawa sekantong ceker, karena lagi pengen banget masak ceker. Sengaja beli banyak sih biar bisa dibagi juga ke teman kos.

Dapur di kosan tuh ya dipakai bareng-bareng. Kadang juga ada bumbu milik pribadi eh malah udah kepakai teman, jadinya pas mau pakai jadi kelimpungan karena habis. Maunya masak sore itu, eh nggak jadi deh. Lengkuas, cabai merah, garam sudah habis tidak tersisa. Gagal deh rencananya mau saya ajak makan bareng-bareng pas malam minggu itu. Akhirnya tuh ceker bakalan saya olah besuk paginya saja. Lagian semua bahan dapur yang itu inginnya saya beli langsung ke pasar tradisional. Ada juga tomat dan kentang yang saya butuhkan.

Bisa saya sih sore itu saya langsung pergi ke swalayan yang bukanya sampai malam, dibandingkan pasar yang sore sudah tutup. Namun saya lebih tertarik pergi ke pasar tradisional.

Kenapa Senang Belanja di Pasar Tradisional?

Kebiasaan saya di kampung yang suka belanja ke pasar tradisional kebawa ketika merantau ke kota. Hanya di pasar tradisional, saya bisa dapat harga lebih murah bila dibandingakan berbelanja di pasar swalayan. Buat anak perantauan seperti saya yang harus menghemat pengeluaran, belanja di pasar adalah keuntungan. Sayur dan buah di pasar pun  lebih terlihat segar karena para pengepul selalu menyetok barang pagi-pagi sekali untuk kemudian dijual. Jadinya ketika memasak dengan bahan dari pasar pun hasil masakan pun segar dihidangkan. Dengan membeli produk dari pasar tradisional sama saja dengan kita mengembangkan usaha kecil dalam negeri. Mereka para pedagang menjual hasil bumi negeri sendiri makanya dengan saya belanja di pasar tradisional jadi ikut memajukan produk dalam negeri alias cinta produk Indonesia.

Yang paling saya sukai saat datang langsung ke pasar itu yakni adanya kehangatan ketika melakukan  pembicaraan yang lebih intens. Tinggal di perantauan membuat saya senang mendengar orang lokal menggunakan bahasa daerah, di pasar itulah membuat saya belajar bahasa mereka.

Kesempatan ke pasar biasa saya lakukan hanya di Hari Minggu. Hari libur dimana saya bisa leluasa belanja dari pagi hari. Sayangnya hari yang saya rencanakan untuk pergi belanja bahan-bahan memasak ceker gagal karena tidak ada motor. Duh ya gini nasib anak kos yang kalau pergi cuma bisa pinjam motor.

Belanja Barang Pasar Tanpa Harus Ke Pasar, Gimana?

“Loh sudah matang!” Pagi itu teman kos yang punya motor habis pulang dari Car Free Day mempergoki saya sudah berkutat di dapur. Semua ceker sudah dimasak dengan dua menu berbeda. Soup ceker dan ceker pedas manis.

“Katanya lengkuas, cabai merah, garam, habis? Pakai kentang juga nih. Beli? ”

“Ya iyalah beli, tuh semua dari pasar.” Jawab saya.

“Kapan kamu ke pasarnya? Kamu jalan kaki ke sana?”

“Pasar tuh jauh, Neng! Gilaaa apa kaki ini bisa diajak jalan kaki?” Bantah saya.

“Terus itu kamu minta ke siapa?”

“Minta? Minta? Emang ada yang mau ngasih?”

“Ya terus?”

“Ya beli dong, Neng! Semalam udah order jadi paginya udah dianter ke sini.”

“Eh, ciee udah punya pacar ya buat titip beliin?”

“Pacar, ndasmu! Ini semua beli online.”

Nggak percaya teman saya bilangin. Beli barang di pasar kok bisa online? Kan kebanyakan barang-barang sayur. Mumpung handphone saya masih taruh di meja dapur, saya pun tunjukin hasil orderan dari app Tumbasin, Aplikasi Belanja Pasar Tradisional Online. Nggak masalah nggak ada motor buat pergi ke pasar, aplikasi ini sudah bantu saya mendapatkan bahan masakan.

“Ya maap, kirain bohong, hahah. Tapi enak banget ya, barang di pasar pun sekarang bisa dibeli online.”

“Kan zaman digital ya gini beli apapun mudah.”

Jangan heran jaman sekarang tidak perlu repot belanja ke pasar rasional secara langsung hanya lewat layar smartphone. Fenomena belanja online sedang terjadi bikin siapapun mudah mau beli apapun tanpa harus keluar dari rumah. Tak luput dengan saya yang keseringan mau beli ini itu mesti transaksinya lewat handphone. Sudah jadi pilihan sih belanja online itu ya karena kemudahannya.

20200126_054239_00026468087900889556369.pngEnaknya Belanja Online, Beli Apa Aja Bisa Bahkan Bahan Dapur. Lewat aplikasi Tumbasin kita bisa memesan barang yang dikehendaki dari pasar tradisional. Eh penasaran kan apa sih Tumbas.in itu?

Tumbasin, Aplikasi Belanja Pasar Tradisional

Aplikasi Tumbasin dibuat untuk memfasilitasi para pembeli yang tidak sempat berbelanja di pasar tradisional. Untuk diketahui, “tumbas” adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya beli atau membeli.

Melalui Aplikasi Belanja Pasar Tradisional Online ini, perusahaannya memiliki visi untuk mengangkat kembali pasar tradisional agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Memang kebanyakan senang belanja online dari pasar modern seperti supermarket, minimarket, hipermarket dan sejenisnya memang lebih digemari oleh banyak orang khususnya yang tinggal di kawasan perkotaan. Nyatanya berbelanja di pasar tradisional menawarkan banyak kelebihan seperti produk organik yang lebih segar, menyehatkan dan harganya lebih terjangkau.

Tumbas.In memastikan barang yang dibeli dari pasar berkualitas, dan disortir terlebih dahulu. Tumbas.in hadir untuk membantumu dalam berbelanja kebutuhan memasakmu. Beragam produk ditawarkan dalam aplikasi itu seperti bahan pokok, sembako, sayuran, atau kebutuhan lain yang dibutuhkan sehari-hari.

Kenapa Harus Pesan Lewat Tumbasin?

PRAKTIS

Belanja ke Pasar menjadi lebih mudah. Cukup menggunakan smartphone dan koneksi internet sudah bisa belanja dari mana saja dan kapan saja. Apalagi didukung dengan sistem pembayaran online banking sekarang ini, sudah tentu belanja apapun hanya dari smartphone saja. Setelah proses pembelian selesai, barang akan dikirim ke pembeli menggunakan jasa kurir. Nikmati juga Promo tiap bulanannya

HEMAT WAKTU

Meluangkan waktu dengan keluarga menjadi lebih lama, urusan belanjamu kami yang urus.

GARANSI KUALITAS

Jika kamu tidak puas dengan kualitas barang dari kami, kami akan menggantinya (Claim di hari yang sama).

ON DEMAND SERVICE

Batas waktu order sampai jam 08.00 pagi (diatas jam 08.00 pagi, akan diantar besok pagi). Maksimal pengantaran jam 11.00 siang.

ORDER MALAM HARI

Kamu bisa request jam pengantaran, jika Anda pesan pada hari sebelumnya.

Mudahnya Belanja Barang Pasar Tradisonal Lewat Tumbasin, Ini Caranya

Yang Bikin Senang Belanja di Tumbasin

Nggak Ada Alasan Lagi. Cara Pintar Belanja Kebutuhan Masak Ya Lewat Tumbasin

Cukup download aplikasinya, lanjut order dan tunggu belanjaanmu diantar ke rumahmu 😉😉 Belanja di pasar sekarang gampang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s