Bikin Kulit Kering Jadi Lembab Seharian dengan Bio-Oil Dry Skin Gel

“Jaga kulit ya biar tidak dehidrasi.”

Maksudnya apaan coba? Gimana mungkin kulit haus, kan sudah dimandiin dua kali sehari, hahaha. Terpingkal-pingkal dalam hati, pikir aku yang kala itu tidak paham dengan kata-kata teman ketika saya katakan pindah kerjaan baru. Dia emang cewek yang concern dengan menjaga kulit, beda dengan saya yang cuek.

Saya pindah kerjaan ke pabrik pemotongan unggas dimana suhu ruangan yang mengharuskan dingin untuk menjaga mutu daging. Pikir saya, toh suhu ruangan yang bersuhu rendah 10oC masih bisa tahan karena dulu pernah magang di tempat seperti itu. Saya bukan bekerja di kantor ber-AC yang bersuhu berkisar 25oC ya, jadi di dalam ruang produksinya.

1

Oh ya, ruangan bersuhu 10oC itu namanya cut up room, di sini dilakukan pemotongan bagian-bagian karkas seperti paha bawah, paha atas, punggung, sayap, fillet, dada yang selanjutnya akan disimpan ke chilled room. Eits, saya nggak cuma di ruangan itu. Kadang harus masuk ke ruangan yang lebih dingin yakni chilled room dan freezer room yang suhunya berbeda-beda. Chilled room sebagai penyimpanan produk akhir segar sementara selama 1-2 hari bersuhu ruang 1-5oC. Sedangkan freezer room bersuhu ruang -15 ~ -20oC untuk menyimpan produk produk beku agar bertahan lama sampai setahun.

Awal-awalnya saya terbiasa sih dengan hawa dingin langsung menampar tubuh begitu diri ini memasuki ruangan tertutup berdinding putih itu. Lama-lama tubuh terasa beku seharian kerja di ruangan seperti itu. Salah lah saya membandingkan dulu magang dan sekarang bekerja beneran. Magang aja dulu santai tujuh jam berada di ruangan cut up room, cukup tahu aja chilled room dan freezer room. Sedangkan saat kerja sekarang, kalau dihitung dalam sehari saya bekerja kurang lebih 13 jam lamanya sebagai karyawan pabrik. 04.00-06.00 adalah jam mulai saya bekerja, mengeluarkan produk pesanan dari cold storage yang sudah disiapkan semalam untuk di-loading ke truk pengangkut. 07.00-12.00 mulai proses cut up di ruangan. Selepas jam 12.00, saya tidak mengikuti proses cut up lebih lanjutnya karena jadwal saya harus beristirahat sampai sore. Lanjut 18.00-23.00, bersama seorang anak buah, kami mengerjakan orderan dengan menyiapkan barang dengan daging segar dari chilled room atau daging beku dari freezer room tergantung permintaan mitra.

Itulah rutinitas kerjaanku. Siklus itu berputar dari Senin ke Sabtu lalu kembali. Kebayang kan berapa jam saya dalam sehari harus berada di ruangan dingin? Bukan ruangan dingin yang bersuhu AC loh! Yang paling nggak betah dingin tentunya ketika berada dalam freezer room. Meski pakai jaket tebal, tetap saja tebus badan. Apakah berlebihan jika saya menyebut diri sendiri sebagai pekerja kutub? Hehe. Saking terbiasa di ruang cut up, saya merasa itu ruangan hangat kalau keluar dari freezer room. Keluar dari pabrik dan mendapatkan sinar matahari, saya seperti manusia kutub yang bertamasya ke daerah tropis. Sesuatu yang aneh ketika cahaya hangatnya menyentuh kulit, rasanya sudah lama tidak bersahabat dengan matahari.

Resiko Bekerja di Ruangan Dingin

Menjalani pekerjaan dimana setiap hari berada di ruangan dingin tentu memberikan resiko bagi kesehatan kulit saya. Apalagi kan kena paparan pendingan yang berlebihan dan berkepanjangan. Saya pun baru paham yang dimaksud teman saya dulu, saya menyadari angin dingin yang bersumber dari pendingin ruangan tersebut mengurangi kelembapan kulit, jadinya kulit lebih cepat kering. Nggak heran kalau kulit pun dehidrasi akibat kelembapan pada kulit yang berkurang.

Waktu kerja yang panjang di dalam ruangan tersebut, belum lagi kalau harus lembur malam. Dan lagi saya kurang memperhatikan asupan cairan tubuh maklum anak perantauan kurang perhatian, hahaha. Kulit kering, problem yang timbul ini nggak bisa dibiarin sih! Cukup mengganggu aktivitas kerja sih karena sampai mengelupas nih kulit jadi bikin nggak nyaman.

2

Sebelumnya saya lama memahami kok bisa kulit saya tergolong kulit kering ya? Dari dulu saya beranggapan kalau kulit ini tipe yang normal. Itu semenjak tahu tanda-tanda kulit kering yang saya alami ini. Eh, ada yang pengen tahu juga tanda-tandanya apa saja, siapa tahu kamu juga pemilik kulit kering.

Kenali Kulit Kering

Hasil gambar untuk kenali kulit kering
Kulit kering. Foto : Dream.co.id

Pahami tipe kulit itu sangat penting loh agar dapat melakukan perawatan yang juga tepat dan ngasih yang baik untuknya! Nah, emang apa sih kulit kering itu?

Kulit kering merupakan kondisi umum pada kulit yang memiliki sedikit lapisan minyak, bisa dibilang kekurangan kadar minyak karena produksi minyak yang memang sedikit. Bagian tubuh yang terbuka, seperti lengan, tangan, dan kaki adalah area yang paling rentan mengalami gangguan ini

Tanda-tanda dari tipe kulit kering yang perlu diketahui adalah :

  • Permukaan kulit yang terlihat dan teraba kasar
  • Kulitnya terasa kencang atau kaku saat mandi, terasa terutama setelah mandi atau pasca berenang. Karena kulit kering memiliki produksi sebum dan pertahanan kulit yang lemah.
  • Kemerahan, rasa gatal dan mudah iritasi juga biasa muncul.
  • Bersisik dan mengelupas
  • Terdapat retakan atau garis-garis halus pada kulit terlihat jelas.

Point terakhir itu bisa menyebabkan penuaan dini loh! Seperti keriput dan garis halus karena tingkat elastisitas yang rendah. Ih, nggak mau lah ya saya yang masih usia muda, terlihat lebih tua akibat kulit kering.

Banyak hal yang bisa jadi penyebab kulit kering loh! Misalnya perubahan cuaca, bertambahnya usia, iritasi, hingga pemakaian sabun yang salah.

Ketidaknyamanan kulit saya yang terasa kering terasa terutama setelah mandi. Dengan kesibukan yang padat, saya hanya merawat kulit kering di rumah dengan mengoleskan pelembab secara teratur untuk menjaga kulit tetap terhidrasi. Ya daripada harus melakukan perawatan ke dokter atau tempat khusus kecantikan cukup menguras kantong kan? Nyatanya memakai lotion biasa tidak ampuh di kulit yang terasa seperti kulit badak saya sekarang. Seorang teman menyarankan saya untuk pakai produk yang tinggi kandungan minyak yakni Bio-Oil Dry Skin Gel ke dalam rutinitas perawatan kulit.

11

Awalnya saya sempat ragu saat ditawari produknya, nyatanya worth it loh setelah saya coba buat mengembalikan kondisi kulit yang kering hingga terjaga. Memang seampuh apa sih Bio-Oil Dry Skin Gel itu? Mending kenalan dulu deh.

Lebih Dekat dengan Bio-Oil Dry Skin Gel

3

Nggak asing dong dengan brand satu ini? Bio Oil terkenal sebagai produk untuk bekas luka dan peregangan kulit terkemuka di dunia. Saya tahunya produk ini saat mbak keponakan memakai produknya untuk mengatasi stretch mark yang dialaminya pasca melahirkan. Juara banget emang buat ngatasi problem ini, dan juga scars. Bio Oil pun semakin berinovasi loh dengan menjadi pelopor teknologi baru untuk penderita kulit kering yang butuh perawatan yang intensif. Bio-Oil Dry Skin Gel itu produk baru yang diluncurkan setelah 30 tahun berlalu sejak produk pertamanya.

Manfaat Bio Oil Dry Skin Gel:

  • Mengisi kembali lapisan kulit dan melembabkan kulit
  • Tekstur gel ke minyak yang unik menyerap dengan mudah dan menciptakan lapisan pelindung untuk menahan kelembaban
  • Mengembalikan kulit kering dalam keadaan terhidrasi secara optimal

Kulit kering membutuhkan perawatan yang intensif. Bio-Oil Dry Skin Gel memberikan solusi yang tepat untuk kulit yang sangat kering karena produknya berbeda. Jika produk lain untuk kulit kering umumnya berbahan dasar air yang akan menguap begitu saja saat bersentuhan dengan kulit dan terasa dingin, Bio-Oil Dry Skin Gel terbuat dari minyak yang akan terasa “hangat” saat diaplikasikan. Nah, udah penasaran gimana my first impression terhadap produk ini? Simak review saya yaaaa.

Kemasan

4

Ada tiga ukuran yang disediakan Bio-Oil Dry Skin Gel yakni 50 ml, 100 ml, dan 200 ml. Saya coba ukuran terkecilnya yang sungguh travel friendly loh. Lihat dong di gambar, produknya pas dalam genggaman tangan saya.

Bio-Oil Dry Skin Gel dikemas bentuk botol tabung berwarna putih dengan tulisan warna orange. Perpaduan dua warna yang memang khasnya Bio-Oil. Tutup botol ini jenis flip top. Untuk membuka pertama kali, botol ini masih disegel. Jadi harus buka dulu segelnya agar bisa menggunakan produknya. So, kemasannya sangat higienis loh! Produk ini saya beli secara online, sayangnya tidak saya jumpai box kemasan yang membungkus produk, sepertinya memang produk Bio-Oil terbaru ini tanpa box.

7Pada kemasan, tersedia keterangan mulai dari cara pemakaian,  expiry date, hingga simbol-simbol produk seperti PAO [Period After Opening] yang tertulis 12M artinya bertahan selama 12 bulan sejak pertama kali buka kemasannya. Juga terdapat penjelasan singkat terkait manfaat dari Bio-Oil Dry Skin Gel.

 

 

 

Tapi ingredientnya mana? Awalnya sempat dibuat bingung, masak produk ini nggak dikasih ingredient, nggak salah? Eh, ternyata saya yang salah. Setelah ubek-ubek di google, saya tahu ingredient-nya dengan cara membuka sticker di bagian ujung sebelah barcode yang ada tanda panah berwarna orange. Tinggal ditarik saja kertas stickernya, maka akan terlihat ingredient dari Bio-Oil Dry Skin Gel.

Tekstur dan Aroma

Sesuai namanya Bio-Oil Dry Skin Gel, teksturnya ya gel. Yang bikin saya suka warnanya pink transparant. Ketika diambil, gelnya mudah di diratain dan ga lengket. Hanya agak oil sedikit karena memang ada kandungan minyaknya, namun tidak bertahan lama oilnya di kulit jadi masih nyaman dipakai. Agak unik seh, ya oil-based tapi teksturnya tuh gel. Saat dioleskan ke kulit, gelnya langsung lumer dan terasa sensasi “hangat” yang dihasilkan dari gel ini. Butuh waktu sih gelnya menyerap ke kulit.

10Ada yang familiar dengan aroma lavender, you’re gonna love this scent kok. Ya, ini aromanya Bio-Oil Dry Skin Gel yang so relaxing.

Kenapa Bio-Oil Dry Skin Gel Ampuh Banget Buat Kulit Kering?

Sebelumnya saya katakan produk ini worth it loh! Bukan tanpa alasan kenapa ampuh banget buat dry skin. Meskipun bentuknya gel tapi Bio-Oil Dry Skin Gel berbahan dasar minyak 87%. Mineral oil sebagai base-nya yang berfungsi untuk menggantikan air, yang mana menjadikan Bio-Oil Dry Skin Gel memiliki kandungan yang seluruhnya aktif sehingga hanya dibutukan sedikit produk untuk memberikan kelembapan yang dibutuhkan. Sedangkan airnya sendiri 3 % plus 10% humectants, jadi bener-bener efektif ngunci hidrasi kulit.

Nah, komponen terpenting di Bio-Oil Dry Skin Gel itu ada tiga yakni Emollient, Occlusive, dan Humectant. Kandungan Emmolient mampu mengisi celah kulit yang kering dan menjaga kelembapannya yang bisa ditemui pada kandungan seperti urea, niacinamide, hyaluronic acid, glycerin, serta shea butter yang pastinya akan bekerja efektif menjaga kulit agar tetap lembap.

8Sedangkan Occlusive mencegah penguapan kadar air pada kulit dan mengunci kelembapannya agar tidak kering.  Humectants, kandungan ini dapat menarik kelembapan dari luar untuk menghidrasi kulit.

Nggak heran kan bila melihat deretan kandungan pada ingredients list Bio-Oil Dry Skin Gel ini dipenuhi dengan bahan yang melembapkan. Dengan memadukan bahan-bahan yang baik untuk kulit, menjadikan Bio-Oil Dry Skin Gel 100% aktif dan efektif ngunci hidrasi kulit. Jadi bikin kulit lebih lama lembapnya gitu.

Cara Pakai Bio-Oil Dry Skin Gel

Pengaplikasian gelnya mudah banget. Ambil sedikit saja lalu oleskan ke area kulit kering yang dibutuhkan. Lalu ijat secara perlahan dengan gerakan melingkar agar meresap sempurna  sampai terserap. Bio oil Dry Skin Gel dapat digunakan ke seluruh tubuh dan wajah.

9Eh, kok takarannya sedikit? Iya karena kadar kandungan aktifnya sudah tinggi jadi hanya dibutuhkan sedikit produk untuk memberikan kelembapan. Makanya hemat banget pakai Bio-Oil Dry Skin Gel dibandingkan jika menggunakan krim biasanya yang saya pakai.

Pengalaman Menggunakan Bio-Oil Dry Skin Gel

Saya menggunakan produk ini tidak hanya melembabkan tubuh yang kering saja loh seperti tangan, kaki, dan wajah, tapi juga saya pakai sebagai pelembab kuku.

  • Dipakai di Tangan dan Kaki

13Rutinitas tiap habis mandi saya pakai Bio-Oil Dry Skin Gel di area tangan dan kaki. Biasanya lutut dan siku yang kering banget. Kondisi tubuh masih basah memang bagus kok pakai pelembab karena dapat membantu mengikat kelembapan alami tubuh. Kalian bisa lihat kondisi kulit saya, tampak jelas kan perbandingan kulit yang tidak menggunakan dan yang dioleskan Bio-Oil Dry Skin Gel. Terlihat lembab mengkilap banget deh padahal itu pakainya sedikit aja!

16

Selain itu sebelum tidur, saya juga pakai loh. Semalaman tidur di ruangan kamar yang tersetel AC, ketika bangun pagi, kulit terasa lembut dan pastinya lembab. Its’okey banget emang Bio-Oil Dry Skin Gel dipakai sebelum tidur.

Hari kedua pemakaian Bio-Oil Dry Skin Gel, worth it banget deh. Kulit yang awalnya kasar dan bersisik ketika disentuh, jadi lebih lembut. Lanjut seminggu pemakaian awal, teman saya sampai menyanjung kondisi kulit saya sekarang, katanya lebih halus, cieee-cieee.

Alhamdulillah ya bisa memiliki kulit sehat itu bukan tipu-tipu lagi hahaha. Oh ya yang bikin saya makin cinta pakai Bio-Oil Dry Skin Gel, lembabnya tuh tahan malah lebih lama dibanding menggunakan body lotion biasa. Jadi seharian beraktivitas, lembabnya nggak hilang.

  • Digunakan untuk wajah

12Bio-Oil Dry Skin Gel, the new addition to my skincare routine. Ya, saya pakai di wajah sebagai tahapan terakhir skincare, untuk mengunci nutrisi dan memaksimalkan kerja produk skincare lain. Rasanya calming dan soothing banget menggunakan Bio-Oil Dry Skin Gel ke wajah. Nggak ada tuh efek negatif yang timbul, jadi aman deh untuk wajah.

Pakai di wajah itu dulunya coba-coba gegara hidung tuh pernah mengelupas karena iritasi, lalu saya kasih Bio-Oil Dry Skin Gel dan hari kedua nggak ngelupas lagi. Jadinya karena produk ini ampuh, saya pakai deh untuk wajah selanjutnya. Seperti yang tampak ketika dioleskan ke tangan, kondisi wajah saya pun terlihat lembab glowing lah ya.

17Biasanya Bio-Oil Dry Skin Gel saya pakai menjelang tidur malam, efeknya bikin lembab ketika bangun tidur. Kadang saya pakai di pagi hari sebelum beraktivitas, bikin makeup lebih nempel di wajah. Pakainya di tahapan terakhir skincare sebelum sunscreen.

  • Dipakai di kuku tangan

Nggak hanya area tangan, kaki dan wajah saya yang kering,  kuku pun nggak luput dari kondisi yang sama.  Takutnya tuh kuku yang kering akan pecah dan rapuh. Saya gunakan di kuku dan jari tangan sebelum tidur agar area tangan sehat dan halus. Pengaplikasiannya pada kuku dan bagian di sekeliling. Lihat dong, perbedaan kuku yang pakai Bio-Oil Dry Skin Gel jadi tampak sehat kan!

15

Oh ya satu hal yang kusuka dari Bio-Oil Dry Skin Gel, ukurannya yang mini jadi bisa dibawa kemana-mana, muat di beauty pouch. Pas banget ke Semarang kemaren. Sumpah panas banget cuacanya, seharian mengunjungi tempat-tempat wisata mulai Kota Lama, Lawang Sewu hingga ke Masjid Agung.

 

 

 

Saya nggak liburan sendirian, ada teman yang bikin perjalanan makin seru. Panasnya Semarang eh bikin muka teman saya jadi gosong dan kering banget, keringnya tuh sampai mengelupas. Saya tahu kondisi wajah teman kala malam di penginapan setelah seharian berkeliling Semarang. Untungnya saya sedia Bio-Oil Dry Skin Gel di dalam tas. Pakai Bio-Oil Dry Skin Gel emang hemat jadi bisa saya bagi-bagi ke teman perjalanan.  Makanya saya kasih Bio-Oil Dry Skin Gel ke dia sebelum tidur. Eh pagi harinya langsung sembuh!

Kalau saya sih nggak ngalamin kulit kering selama liburan kemarin, ya karena saya pakai Bio-Oil Dry Skin Gel sebelum memulai perjalanan berkeliling Kota Semarang. Dulu kalau panas-panasan mesti kulit jadi memerah dan gampang ngelupas. Eh, selama pakai Bio-Oil Dry Skin Gel nggak ngalamin tuh problem itu, malah lebih lembab. Asal kalian tahu produk ini multifungsi loh kalau dibawa traveling.  Jadi nggak perlu bawa lotion tubuh dan moisturizer wajah, cukup diganti dengan Bio-Oil Dry Skin Gel jadi hemat barang bawaan kan. Oh ya kalian bisa lihat deh gimana serunya liburan saya kemarin!

 

Saya Bisa Katakan #NoMoreDrySkin dengan Bio Oil Dry Skin Gel!

Surprisingly, seharian kerja di tempat dinginnya over nggak lagi bikin kulit rewel dan sekering dulu. Atau pun meski berpanas-panasan di bawah terik matahari yang membakar kulit. It works like magic pakai Bio-Oil Dry Skin! Super duper nyaman untuk kulit kering saya.

14

Senangnya saya dibikin jatuh cinta dengan produk ini. I personally like Bio-Oil Dry Skin dari ingredients, tekstur, hingga khasiatnya. Memang pelembab ini yang super ampuh buat kulit kering lebih baik daripada apa pun yang pernah saya pakai sebelumnya. Bio-Oil Dry Skin Gel, the best ever produk untuk kulit kering yang pernah saya coba. Overall, saya sangat saranin racun ini buat kalian yang kulitnya super dry untuk pakai produk ini!🌟

Kamu yang kerap terpapar sinar matahari lho sekalipun beraktivitas di tempat dingin, jangan biarkan kulit kering menganggu aktivitas. Bio-Oil Dry Skin Gel pilihan tepat pelembab yang memilki tingkat kelembapan ekstra. Buat kalian ingin memiliki Bio-Oil Dry Skin Gel bisa beli di Guardian, Watson, Natural Farm, Century, Boston, Kimia Farma, AEON, Grand Lucky, dan toko kecantikan lainnya.

Dengan Bio Oil Dry Skin Gel, kulit kering saya dapat kembali lembap dan sehat sehingga saya bisa mengatakan #NoMoreDrySkin dan bangga juga katakan I Love My Body lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s