Dukung Pelaku Bisnis Indonesia, Rayakan HARNAS UMKM 2019

Salah kaprah apabila Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih anggap remeh dan dipandang sebelah mata. Padahal UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat. Buktinya sektor ini mampu bertahan dari terpaan badai krisis ekonomi saat terjadi krisis ekonomi 1998. UMKM yang tidak terkena dampak krisis global yang melanda dunia malah mampu menjalankan aktivitas ekonominya dengan baik.

Peranan UMKM dalam perekonomian bangsa dianggap penting bagi masyarakat sektor bawah. Di antaranya mampu menyerap tenaga kerja yang cukup meningkat. Menurut internetmarketing.co.id (2017), UMKM tumbuh dari 96,99 menjadi 97,22 persen dalam 5 tahun terakhir ditinjau dari ketenagakerjaan. Bisa dikatakan UMKM memiliki peran yang cukup strategis dalam mengentas kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah. Sektor ini adalah sarana yang bisa meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil karena berlokasi di berbagai daerah dan juga memberikan pemasukan bagi negara dalam bentuk devisa. Karenanya UMKM tentu bisa membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Keberadaan para pelaku UMKM pun dianggap penting oleh pemerintah Indonesia. Buktinya, UMKM bersama dengan Koperasi memiliki wadah tersendiri dalam naungan Kementerian Koperasi dan UKM.

Kini UMKM naik kelas dengan memiliki hari khusus yakni HARI NASIONAL (HARNAS) UMKM. Tanggal 12 Agustus ditetapkan sebagai bentuk penghormatan bagi Mohammad Hatta, Bapak Koperasi, yang lahir pada tanggal tersebut. Semenjak dideklarasikan oleh Kongres UMKM 2016 di Daerah Istimewa Yogyakarta. HARNAS UMKM akan menjadi pengingat para pelaku UMKM untuk meneguhkan semangat kerja kewirausahaan serta semangat kerja membangun kedaulatan Bangsa Indonesia melalui ekonomi kerakyatan.

Meskipun diperingati sebagai sebagai Hari Nasional UMKM namun bukanlah hari libur melainkan perayaan produktivitas UMKM dalam pengembangan ekonomi nasional, karena bangsa ini harus kerja lebih keras lagi mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain.

Sebagai peringatan hari Nasional Usaha Mikro Kecil Mengah (UMKM) 2019, Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta menggelar Gebyar UKM 2019 yang bertemakan “Creative SME Go to Global”. Peringatan Hari Nasional UMKM 2019 ini merupakan momentum kolaborasi multistakeholders untuk pengembangan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.

Saya berkesempatan datang ke acara ini untuk mendukung pelaku bisnis UMKM. Ternyata Gebyar UKM 2019 tidak hanya menampilkan stand bazar yang diikuti puluhan UMKM namun banyak berbagai kegiatan dan acara. Antara lain Festival Oleh-oleh Nusantara, Pasar Kopi Nusantara, Bursa Platform UMKM, Expo Produk Kreatif dan Siap Ekspor, Seminar, Aneka Lomba dan Panggung Hiburan. Seluruh rangkaian acara gratis masuk dan terbuka untuk umum mulai 3 hingga 6 Agustus 2019 pukul 09.00 – 21.00 WIB bertempat di halaman dinas Koperasi UMKM DIY, Jl HOS Cokroaminoto.

Festival Oleh-Oleh Nusantara

Gebyar UMKM menghadirkan berbagai oleh-oleh yang berasal dari seluruh Nusantara, tentunya khas daerah. Produk-produk unggulan seperti kuliner, kriya, fashion dan lain sebagainya ada dalam Festival Oleh-Oleh Nusantara, pastinya kualitas tidak kalah dengan produk impor.

Tangan-tangan pelaku bisnis kerajinan Nusantara tidak perlu diragukan lagi. Dari kerajinan daerah kita bisa mengenal kultur Indonesia serta produk-produk setempat. Seperti produk kerajinan tangan yang dibuat oleh _semuaindah_. Brand lokal ini berisi karya para anggota Asosiasi Pengrajin Perhiasan Yogyakarta (APPY) yang membuat pengunjung terkagum-kagum dengan hasil kerajinan mereka. Sebagai pecinta fashion, saya menyukai segala aksesoris yang mempercantik diri. Di stand _semuaindah_, kita bisa menjumpai anting, kalung, bros, gelang, dan aksesori lainnya yang materinya sangat unik seperti kawat tembaga bekas, tali hemp/katun, batu druzy (dyed), kayu jati, logam kuningan dengan plating/sepuh perak bahkan ada yang dari kulit sapi asli. Desain ornamennya sungguh unik dan orisinal menunjukkan kearifan lokal budaya Indonesia. Segala produk-produk perhiasan yang inovatif ini dibuat secara handmade. Sepasang mata saya pun tidak jemu-jemunya memandangi kecantikan aksesoris ini.

Berbicara oleh-oleh pastinya kuliner tidak bisa dipisahkan. Ada makanan favoritku jadah yakni makanan yang bentuknya seperti punten hanya saja terbuat dari ketan. Namun ternyata jadah jogja beda. Kalau di kotaku, Pacitan, dinamai Jadah Bakar yang dipanggang lalu disantap dengan dengan gula pasir yang menghasilkan kombinasi rasa gurih dan manis. Sedangkan jadah Jogja itu namanya Jadah Tempe yang disajikan dengan tempe bacem plus cabe rawit pedas dan dibungkus dengan bungkus daun pisang. Beda ya cara penyajiannya antara Jogja dan Pacitan. Setiap daerah meskipun bentuk makanannya sama mesti ada bedanya. Ya itulah keberagaman Indonesia. Oh ya, Jadah Tempe ini bisa makan di tempat atau pun dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas daerah yang wajib dicoba.

Zona UKM Difabel

Seluruh pelaku bisnis UMKM mendapatkan ruang di Gebyar UMKM 2019, pun dengan mereka yang berkebutuhan khusus. Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta memperkenankan para difabel unjuk ketrampilan mereka di stand khusus yang dinamai Zona UKM Difabel. Pertama kalinya saya menemui suatu pameran kewirausahaan menyediakan wadah bagi mereka. Salut banget dengan acara ini.

Keterbatasan tidak menghalangi Endang Sundayani, penyandang tuna daksa, berpartisipasi mempromosikan hasil karya yang serba rajut berupa tas rajut, sepatu rajut, dompet dan tas kulit. Sudah dua tahun dia melakoni bisnis sebagai owner usaha itu sendiri. Di atas kursi rodanya dengan ramah, ia melayani saya yang berkunjung dan menjawab banyak pertanyaan. Tidak hanya Endang Sundayani, beberapa teman penyandang difabilitas pun gembira menyambut kedatangan saya. Produk-produk yang berada di zona ini juga berisi hasil tangan para difabel lainnya yang tergabung dalam satu komunitas, di antaranya madu, permainan anak, aksesoris, olahan jahe hingga kerajinan kayu yang unik.

Yang menarik pandangan saya sebagai pecinta aksesoris adalah gantung kunci rajutan. Produk ini dibuat secara manual atau handmade oleh Endang Sundayani. Hasil rajutannya pun tidak pasaran. Unik dan tidak ada sama satu sama lain. Ada yang satu warna, tiga warna hingga beberapa warna yang dirajut untuk menghasilkan satu gantungan. Nah, buat kalian yang pecinta rajut dan ingin mendukung produknya, jangan lupa untuk mampir ke akun @sred_esundayani yang menampilkan galeri berisi beragam produk rajutan.

Gebyar UMKM 2019 membuktikan bahwa para penyandang difabilitas sama seperti yang lainnya. Di balik keterbatasan mereka sempurna menghasilkan karya-karya luar biasa. Mereka memberikan inspirasi bagi saya, kalau mereka yang kekurangan membuktikan bisa kenapa kita yang diberikan kesempurnaan kenapa tidak mau mencoba menciptakan peluang usaha itu sendiri.

The Coffee Show

Siapa yang pecinta kopi? Wajib datang ke Gebyar UMKM 2019. Di sini ada Pasar Kopi Nusantara yang menampilkan beberapa booth produk kopi di Kompleks Dinas KUMKKM DIY. Ada juga loh Fun Battle Barista dan Coffee Talk yang dilaksanakan di atas stage yang pastinya tidak boleh dilewatkan.

Saya berkunjung ke salah satu booth coffee yang bernama Koffiesome. Seorang barista cewek menunjukkan kebolehannya meracik. Mini workshop yang cukup menarik. Kopi yang diracik barista tersebut adalah Kopi Gayo. Ada yang sudah tahu belum kalau rasa Kopi Gayo asal Aceh ini sudah mendunia loh! Menunggu baristanya menyelesaikan racikannya, saya pun mendapatkan kopi gratis. Senang banget. Pertama kalinya saya mencicipi kopi ini. Aroma Kopi Gayo yang sudah jadi minuman pun begitu kuat terasa di hidung. Rasanya unik dan nikmat.

Local Brand Exposure

Demi mengkampanyekan cinta produk lokal di tengah serbuan produk-produk impor dari luar negeri, Expo Produk Kreatif dan Siap Ekspor diperuntukkan untuk local brand. Saya pun masuk ke ruang Galeri Dinas KUMKKM DIY. Jika stand-stand UMKM kebanyakan berada di halaman, Local Brand Exposure ditempatkan di dalam gedung.

Salah satu local brand yang menimbulkan kebanggaan sendiri dan memang layak digunakan yakni Keripik Tike alias keripik umbi rumput teki. Bagi yang bosan dengan keripik yang itu itu saja, Keripik Tike wajib dicoba. Rumput teki sekilas aneh. Rumput liar yang biasa dianggap gulma, malah dijadikan keripik. Keripik teki merupakan oleh-oleh khas Indramayu, Jawa Barat, ternyata tidak sekedar sebagai camilan juga baik untuk penawar racun berbagai bahan beracun. Selain itu dapat mengatasi gangguan pencernaan,  menstruasi yang tidak teratur, mengurangi kembung dan mual. Bangga nggak sih jajan Indonesia yang unik ini begitu kaya manfaat. Ada yang penasaran mencicipinya?

Tentunya local brand ini telah bergabung dan menjadi bagian PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu)-KUMKM DIY. Sebagai lembaga konsultasi wirausaha, PLUT Jogja hadir untuk meningkatkan kemampuan bisnis para wirausaha dengan memberikan layanan konsultasi gratis dan profesional. Nah, segala informasi tentang UMKM bisa ditanyakan melalui PLUT.

Bursa Platform UMKM

Masih di ruangan yang sama juga diselenggarakan Bursa Platform UMKM yang merupakan media promosi dalam bentuk layanan open table dalam kegiatan Hari Nasional UMKM 2019. Bursa Platform UMKM diisi oleh mitra platform, aplikasi, software, tool, plugin dan sebagainya yang memiliki segmen user dan consumer langsung UMKM. Tersedianya berbagai platform di Gebyar UMKM 2019 sebagai pendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan digitalisasi UMKM.

Salah satu platform yang mengikuti bursa ini adalah AVANA yang tepatnya e-commerce platform. Platform yang berwarna logo orange ini mempermudah penjual berjualan, khususnya berjualan online, dan sudah terintegrasi dengan media sosial yaitu Facebook. Bagi para pembisnis, e-commerce platform banyak diminati karena nama bisnis atau merk bisnis akan lebih terkenal disbanding menggunakan marketplace. Di Bursa Platform ini pelaku UMKM bisa bertanya-tanya bagaimana bisnis bisa lebih professional dengan website toko yang dimiliki.

Creative Talks, Seminar, Pelatihan dan Sertifikasi

Momentum  HARNAS UMKM 2019 yang menguatkan kembali spirit ekonomi rakyat semakin terbangun dengan didatangkannya dengan berbagai narasumber profesional baik dari akademisi, pemerintah, profesional dan sebagainya. Creative Talks diselenggarakan pada 4-5 Agustus 2019 bertempat di lantai dua Galeri Dinas KUMKKM DIY. Sedangkan Seminar Fastrack Produk UKM Ekspor terjadwal pada 6 Agustus 2019

Kedua acara ini terbuka bagi peserta umum makanya saya bisa mendaftar. Saya berkesempatan mengikuti Creative Talks pada tanggal 4 Agustus 2019. Seakan pemerintah tidak mau setengah-setengah menyelenggarakan Gebyar UMKM 2019, Creative Talks pun mengundang Walikota Padang, H. MAhyeldi Ansharullah, SP, pada sesi 2. Jauh-jauh dari Padang beliau bersedia mendukung HARNAS UMKM 2019. Pada sesi ini beliau yang kini menjabat Walikota periode yang kedua memaparkan materi “Belajar Masyarakat Ekonomi Syariah di Kota Padang dalam Pengembangan Ekonomi Syariah dan Wisata Halal”. Pemerintah merasa penting membangun sempirit kehadiran UMKM karenanya Padang tengah berproses menuju masyarakat ekonomi syariah berbasis UMKM.

Ada pula Pelatihan dan SKKNI memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku usaha kecil mikro baru yang terselenggara pada 3, 5 dan 6 Agustus 2019. Adapun fasilitas yang didapatkan modul, sertifikat kepesertaan, sertifikat kompetensi BNSP. Pelatihan dan sertifikat sungguh membantu para pelaku UMKM untuk terus maju.

Exhibition dan Aneka Lomba

Ketika saya berjalan-jalan dari satu stand ke stand lain, saya menjumpai exhibition yang memajang gambar warna-warna karya tangan anak-anak kecil. Ternyata gambar-gambar itu adalah hasil lomba mewarnai dan menggambar yang tengah dinilai. Lucu-lucu sekali gambar mereka. Gebyar UMKM 2019 terasa friendly bagi pengunjung anak-anak. Sekalian berkompetisi, mereka bisa bersenang-senang menggambar di acara ini.

Dimeriah dengan Panggung Hiburan

Lelah berkeliling dan mengikuti acara, saya mendapatkan hiburan ketika duduk di depan panggung. Band dan penyannyi tunggal melantunkan musik dari pop hingga rock. Ternyata panggung hiburan juga diisi dengan fashion show, parade tari dan juga parade angklung dari adik-adik sekolah. Wah seru sekali ya Gebyar UMKM 2019.

Yuk Dukung UMKM dengan Beli Produk Lokal

Dukungan Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta kepada para pelaku UMKM dengan menyelenggarakan Gebyar UMKM sebagai peringatan HARNAS UMKM 2019 tentu butuh bantuan semua kalangan terutama kita. Indonesia memiliki banyak produk lokal yang tidak kalah saing dengan produk asing yang sayang apabila kita tidak bangga memakai produk hasil rakyat. Dengan kita membeli produk-produk lokal sama saja dengan membantu bisnis para pelaku UMKM. Saya sudah membeli loh!

referensi :

Pentingnya Peran UMKM Bagi Perekonomian Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s