Berkat Insto Dry Eye, Bye Mata Kering #DryEyeEducation

WUSSSS!!!! Hawa dingin langsung menampar tubuh begitu diri ini memasuki ruangan tertutup berdinding putih yang dijejali tumpukan barang-barang beku. Suhu ruangan 20 oC. Keluar dari ruangan tersebut pindah ke ruangan luas bersuhu rendah 10oC. Apa kalian pikir saya masuk di lemari es?

Ya, bisa dibilang begitu. Saya bukan bekerja di kantor ber-AC yang bersuhu berkisar 25oC. Lebih dari itu, saya  berada di pabrik pemotongan unggas dimana suhu ruangan yang mengharuskan dingin untuk menjaga mutu daging. Sebagian besar waktu kerja dilakukan di ruangan cut up bersuhu 10oC. Di sini kami melakukan pekerjaan pemotongan bagian-bagian karkas ayam seperti paha bawah, paha atas, punggung, sayap, fillet, dada yang selanjutnya akan disimpan ke chilled room yang suhunya lebih rendah lagi yakni 1-5oC. Ada juga ruangan lebih dingin, freezer room bersuhu ruang -15 ~ -20oC untuk menyimpan produk beku agar bertahan lama sampai setahun, di sini harus menahan dingin yang luar biasa meskipun memakai jaket tebal.

Baiklah, akan saya ceritakan bagaimana jam-jam rutinitas keseharian saya bekerja. Pukul 04.00-06.00 pagi adalah jam mulai saya bekerja berada di ruangan cold storage. 07.00-10.00 mulailah slaugthering, proses ayam hidup menjadi karkas, ini dilaksanakan di ruang suhu normal yang lembab, namun biasanya hanya sekitar 3 kali saja dalam seminggu, selebihnya di  ruang Cold Storage sampai jam 12.00 pada hari-hari biasa. Setelah siang saya tidak mengikuti jam kerja lainnya karena harus bekerja pada malam hari.  Lanjut 18.00-23.00, menyiapkan barang di Cold Storage, keluar masuk dari chilled room mengambil daging segar atau daging beku dari freezer room tergantung permintaan mitra.

Kebayang kan berapa lama saya berada di ruangan dingin?

Berlebihan tidak sih jika saya menyebut diri sendiri sebagai pekerja kutub? Hehe. Saking terbiasa di ruang cut up, saya merasa itu ruangan hangat kalau keluar dari freezer room. Keluar dari pabrik dan mendapatkan sinar matahari, saya seperti manusia kutub yang bertamasya ke daerah tropis. Sesuatu yang aneh ketika cahaya hangatnya menyentuh kulit, rasanya sudah lama tidak bersahabat dengan matahari.

Menjalani pekerjaan dimana setiap hari berada di ruangan dingin tentu memberikan resiko gangguan kesehatan bagi tubuh. Ruangan dingin memiliki tingkat kelembaban yang rendah, kondisi ini membuat mata kehilangan kelembapan. Saya kerap mengeluhkan kedua mata yang terasa perih. Ketidaknyamanan ini cukup mengganggu aktivitas dan kualitas kerja sehari-hari. Sejenak mengucek mata sebelum melanjutkan pekerjaan kembali. Yang lebih tidak menyenangkan ketika melakukan pekerjaan di malam hari keluar masuk freezer room dan chilled room, mata sering mengalami kelelahan akibat angin pendingin yang berhembus kencang.

Itu pekerjaan yang saya lakoni sekitar dua tahun lalu. Baru saya tahu kalau ternyata suhu dingin memiliki peran cukup besar terhadap penyebab mata kering saya karena memicu menguapnya simpanan air di dalam mata. Keluar dari lingkungan kerja yang begitu dingin, nyatanya kondisi dry eye syndrome pun masih  saya rasai ketika kini menjadi beauty creator.

Ganti Pekerjaan, ‘Kemarau’ di Mata Masih Datang

Pekerjaan terbaru saya ini bersinggungan dengan gadget dan laptop. Segala konten-konten beauty ini memang dipatutnya dibagikan secara online untuk menjangkau para pembaca maupun penonton di dunia maya. Mulai menulis artikel di blog, upload feed/instastory di Instagram khususnya endorse, hingga mengedit  video untuk ditayangkan di channel Youtube. Jika pekerjaan dulu saya masih bisa mengabaikan dry eye, namun tidak kali dengan kondisi mata yang tidak lepas dari layar gadget dan laptop. Kedua mata kali ini lebih berat dan lebih perih. Dalam sehari saya mesti berhadapan dengan laptop sekitar enam jam, belum terhitung dengan handphone. Pancaran cahaya dari laptop lama-lama mempengaruhi kemampuan penglihatan saya. Diperparah lagi biasanya saya melakukan pekerjaan ini di dalam kamar yang difasilitas AC. Ya meskipun dinginnya ruangan tidak sedingin tempat kerja saya dulu, tetap saja berpengaruh terhadap kelembapan mata. Kalau mata sudah lelah rasanya tidak sanggup untuk melanjutkan pekerjaan.

Sebagai beauty creator, selain mereview produk kecantikan, saya juga membuat tutorial makeup yang memakan waktu sekitar dua jam. Riasan mata pada makeup tidak bisa lepas menggunakan eyeshadow, eyeliner dan mascara, juga bulu mata palsu. Senang banget bereksperimen warna untuk eyeshadow shimmer atau glitter. Namun yang kurang menyenangkan ketika butiran eyeshadow ada yang jatuh ke dalam mata, ini yang mengganggu aktivitas penglihatan. Secara langsung membuat mata terasa kurang nyaman saat berkedip. Pernah saya mendapati produk makeup yang malah mengiritasi mata yang berujung mata perih dan berair.

Belum lagi saya pengguna soft lens (kontak lens) ketika tampil di depan kamera agar terlihat cantik. Sebenarnya saya penderita mata minus, keseharian saya selalu memakai kacamata. Melepas kacamata dan beralih menggunakan soft lens malah berdampak mata terasa berpasir ketika terlalu lama memakainya. Lama pemakaian soft lens memang berhubungan dengan mata kering dengan kekuatan korelasi lemah. Penggunaan soft lens bisa mengganggu lapisan air mata yang sebetulnya berfungsi untuk melindungi permukaan mata. Bisa dibilang kondisi mata kering saya sudah berat karena segala aktivitas pekerjaan ini.

Bukan hanya saya yang mengalami mata kering ini, hampir setiap orang mungkin menderita atau bakal menderita dry eye di beberapa titik dalam hidup mereka apalagi yang bersinggungan dengan gadget. Mungkin kalian juga salah satunya.

Kenali Gejala Mata Kering

1. Mata Sepet 

Insto Dry Eye(1)

2. Mata Pegel 

Salinan Insto Dry Eye.png

4. Mata Perih 

Insto Dry Eye.png

 

 

Yang Saya Lakukan Ketika Gejala Mata Kering Menyerang

meneteskan Insto Dry Eye

Kenapa INSTO Dry Eye Cocok Untuk Mata Kering?

 

Jangan Pandang Sebelah Mata Kering

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s