Resensi Novel Ceros Dan Batozar, Komet, dan Komet Minor : Tiga Petualangan Fantasi, Persahabatan, dan Pengorbanan Tiga Penjelajah Dunia Klan

Hai, semuanya. Kali ini saya mau meresensi tiga novel sekaligus. Jujur, saya belum pernah membaca serial novel genre fantasi dan science karya Tere Liye ini sebelumnya. Ceros & Batozar menjadi yang pertama, disusul Komet kemudian Komet Minor. Selama enam hari berurut-turut saya merampungkan bacaan ini. Saking penasaran, saya ingin menuntaskan segera karena saya jarang mendapati novel fantasi karya penulis Indonesia.

Saya masih bingung harus menyebut serial novel Tere Liye ini dengan nama apa. Petualangan Raib? Dunia paralel? Karena serial novel ini menceritakan tentang tiga remaja pemilik kekuatan menakjudkan yang berpetualang di dunia paralel yang begitu besar. Mereka adalah Raib dari Klan Bulan yang memiliki teknik menghilang, pukulan berdentum, teknik penyembuhan, Seli dari Klan Matahari yang teknik kinetik, pukulan petir, petarung tahan banting, dan Ali dari Klan Bumi si genius dan bisa berubah bentuk beruang raksasa. Ternyata setelah saya cari tahu, serial novel ini disebutnya serial Bumi, karena novel pertama adalah Bumi.

Sebelum saya meresensi ketiga serial ‘BUMI’ lanjutannya, alangkah baiknya kalian membaca serial sebelumnya yakni mulai Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang secara berurutan ya. Novel Bumi ber-setting klan Bulan, Bulan ber-setting klan Matahari, Matahari ber-setting klan Bintang, dan Bintang ber-setting klan Bintang kembali.

Nah, baiklah, bersiaplah membaca resensi dari Novel Ceros dan Batozar, Komet, dan Komet Minor

Resensi Novel  Ceros dan Batozar

Tere Liye - Ceroz dan Batozar.jpg

Judul Buku :  Ceros dan Batozar

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit  : 28 Mei 2018

Jumlah Halaman, Ketebalan  : 376 Halaman, 13.5 x 20 cm

 

SINOPSIS :

Awalnya kami hanya mengikuti karyawisata biasa seperti murid-murid sekolah lain. Hingga Ali, dengan kegeniusan dan keisengannya, memutuskan menyelidiki sebuah ruangan kuno. Kami tiba di bagian dunia paralel lainnya, menemui petarung kuat, mendapat kekuatan baru serta teknik-teknik menakjubkan.

Dunia paralel ternyata sangat luas, dengan begitu banyak orang hebat di dalamnya. Kisah ini tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja.

Buku keempat ½ dari serial “BUMI”

  • Judul

Dibandingkan serial novel petualangan Raib dan kedua temannya, judul novel Ceros dan Batozar paling unik sendiri. Jika novel sebelumnya memiliki judul nama-nama benda langit yang sudah pasti nama klan. Novel kali ini mesti semua menebakkannya juga nama klan. Ternyata tidak, itu nama makhluk hidup.

  • Cover

Novel Ceros dan Batozar memiliki sentuhan warna biru tua pada covernya. Selain tulisan judul dan penulis, cover tersebut dihiasi gambar menarik di antaranya ombak, sepeda, salju-salju yang berjatuhan, bangunan iglo, dua buah benda terbang asing mirip UFO, pepohonan cemara, sepasang sarung tangan, dan dua badak. Nah, gambar-gambar tersebut petunjuk cerita nantinya. Dari cover itu kita sebagai pembaca diajak menduga-duga kaitan gambar dengan isi cerita. Kebayang ada apa di balik cover tersebut? Cus, baca.

  • Tokoh

Percaya atau tidak, jika Novel Ceros dan Batozar ini adalah buku 4 1/2 (empat setengah). Eh nanggung banget nggak sih? Disebut buku kelima kan bisa, nyatanya buku kelima adalah Novel Komet. Jadi Novel Ceros dan Batozar sebagai buku 4 ½ adalah spin off cerita dari serial BUMI yang menceritakan secara fokus karakter pendukung untuk novel selanjutnya. Karakter pendukungnya itu ya Ceros dan Batozar.

Jadi Ceros dan Batozar siapa? Keduanya adalah mahkluk misterius. Tere Liye sangat detail menjelaskan karakter keduanya.

Ceros adalah dua monster raksasa setinggi empat puluh meter berbadan manusia berkepala badak yang kerap mengamuk menghancurkan apapun.  “Ceros adalah makhluk mengerikan dari Aldebaran, keluar setiap malam tiba. Begitu matahari tenggelam, ceros muncul. Mereka menyerang siapa saja,  mengamuk. Saat matahari terbit, makhluk itu menghilang,  menyisakan kerusakan besar.” (Hlm, 73). Saya jadi ngeri membayangkan bagaimana di dunia beneran ada makhluk seperti itu. Raib, Seli dan Ali yang memiliki kekuatan saja kewalahan menghadapi Ceros.

Monster tersebut sebenarnya adalah Ngglanggeran dan Ngglanggeram, pemuda kembar yang tidak bisa mengendalikan diri ketika malam hari. Mereka pemilik kekuatan pengendali ruang dan waktu yang merupakan bagian ekspedisi Klan Aldebaran ke dunia paralel.

Lalu Batozar siapa? “Batozar adalah kriminal paling berbahaya di seluruh Klan Bulan. Dia dihukum penjara seumur hidup sejak seratus tahun lalu atas tindak kriminal menghabisi seluruh keluarga salah satu anggota Komite Klan Bulan.” (Hlm. 151). Sosok pembunuh, pemilik wajah mengerikan, memiliki teknik Klan Bulan terbaik dan terlengkap serta  dan pengintai terhebat yang ternyata bukan monster.  Batozar memiliki hati yang hangat dan bersahabat. Malahan akhirnya disenangi dan dijadikan idola oleh Ali. Bahkan kepada Raib, Batozar memanggilnya Putri Bulan Raib. Saking sudah mengenal Batozar, Seli menganggap kalau Ali memiliki karakter mirip Batozar. “Kamu suka marah-marah, suka menghina orang lain, suka menggampangkan sesuatu. Terobsesi pada banyak hal-terobsesi pada teknologi, pengetahuan. Bukanlah itu seperti Batozar?” (Hlm. 304). Apa yang saya pikirkan ternyata sudah disuarakan oleh Seli.

Raib, Seli, dan Ali sebagai lakon utama serial novel yang masih usia remaja tidak boleh dianggap remeh. Mereka bisa bersahabat dengan sosok-sosok hebat seperti Ngglanggeran, Ngglanggeram, dan Batozar. Bukan hanya karena kekuatan yang mereka miliki namun pengorbanan, keberanian, dan kebaikan. Pertemuan Raib, Seli, Ali dengan Batozar menjadikan mereka dekat, bahkan Batozar kagum dengan persahabatan ketiganya. “Kalian bertiga memiliki persahabatan yang unik dan  kuat.” (Hlm. 318).

Tidak lupa tokoh pendukung lainnya dihadirkan di antaranya guru mereka Miss Selena yang ternyata berasal dari Klan Bulan. Guru matematika galak dan memiliki kemampuan sebagai pengintai terbaik yang sering dipanggil Miss Keriting oleh Raib. Penghuni Klan juga muncul yakni Panglima Tog (Pemimpin Pasukan Bayangan), Zaf, Panglima Selatan Pasukan Bayangan, dan Av (Pemegang sementara tampuk Ketua Komite Klan dan kepala perpustakaan yang mencintai buku-buku).

Selain tokoh manusia dan monster juga ada benda terbang asing yang bisa berbicara. Namanya ILY. Saya tidak tahu apakah ada nama panjang dari ILY tersebut karena dia ditulis huruf kapital seperti nama singkatan. Mungkin dari I Love You, entahlah, haha. Atau memang hanya ILY saja. Mungkin saya harus baca serial sebelumnya. ILY adalah kapsul yang bisa terbang cepat dan juga bisa bicara bahkan cerewet. Berkat modifikasi si genius Ali, ILY juga memiliki sensor SuperRaib yang bisa bicara dengan alam. Ali terinspirasi dari kekuatan Raib, namun katanya ILY lebih canggih. Yang jelas nama SuperRaib tidak disukai Raib karena dianggapnya Ali meremehkan teknik Raib.

Sosok cerewet lainnya kali ini manusia biasa. Yakni sopir angkot, yang related dengan kehidupan normal. Ia yang update berita dari nonton Youtube. Dari angkot yang ditumpangi Raib, ia jadi tahu  adanya UFO yang terbang di atas tempat bersejarah, yang Raib kira adalah ILY yang dikendarai Ali.

  • Setting

Karakter pendukung utama yang unik pun diikuti lokasi yang tidak saya bayangkan. Tere Liye totalitas dalam membuat cerita petualangan fantasi ini. Lokasi Ceros alias Ngglanggeran dan Ngglanggeram berada di suatu ruangan dalam perut bumi bernama Bor-O-Bdur. Sekilas tulisannya, saya malah membacanya Borobudur karena agak sesuai dengan situs kuno yang dikunjungi Raib dan teman-teman sekolahnya karyawisata yang penuh relief dan arca. Bor-O-Bdur berada tepat di bawah situs kuno tersebut. Di Bor-O-Bdur memiliki bangunan kuno seperti yang dikunjungi ketika karyawisata, namun yang ini sepuluh kali lebih besar. Bor-O-Bdur itu sebelumnya berada di permukaan bumi, dimasukkan ke perut bumi untuk mengunci Ceros agar tidak keluar melakukan kerusakan. Lokasi Bor-O-Bdur mengingatkan saya akan film Journey To The Center Of The Earth, petualangan ke perut bumi yang penuh adrenalin. Namun Raib, Seli dan Ali mudah memasuki Bor-O-Bdur karena menaiki ILY super cepat dengan memutari ke dasar lautan dahulu sebelum akhirnya tiba ke Bor-O-Bdur.

Ujung bumi di Kutub Utara pun Tere Liye menempatkan cerita di sana ketika Raib, Seli dan Ali diculik oleh Batozar. Dengan gambaran terdapat bangunan iglo di hamparan salju. Namun pertemuan pertama kali mereka dengan Batozar bukan di sana, malah di rumah makan nasi padang. Nampak sekali ini novel khas Indonesia. Bangga banget sih.

  • Pertanyaan yang Terungkap

Novel Ceros dan Batozar adalah serial BUMI yang saya baca. Adapun judul serial lainnya adalah nama-nama klan dengan nama benda langit, ini yang menjadi tanda tanya saya. Kenapa Tere Liye memberikan nama klan begitu, apakah dia tidak memiliki nama unik lainnya? Apakah biar familiar didengar? Ternyata ada penjelasaannya. Dan Ali, si genius yang menerangkannya.

“Sebaliknya, kitalah yang meniru mereka. Dulu, informasi tentang klan-klan dunia paralel masih diketahui banyak orang, catatan tentang itu masih ada. Lantas kita meniru, menamai benda-benda langit dengan nama klan-klan tersebut. Ini Bumi, itu Bulan, itu Matahari, Bintang, dan seterusnya. Hari ini tidak ada lagi yang tahu. Kita hanya tahu itu hanya benda langit.

  • Narsis

Sang penulis, Tere Liye, narsis banget menuliskan nama dia sendiri dalam cerita. Pada hlm. 195, Mama Raib yang menegur Raib untuk tidak membaca Novel karya Tere Liye lagi. Ya gapapa lah ya, toh ini kan karya Tere Liye sendiri. Mungkin kalau saya jadi penulis, mungkin akan menyematkan nama juga biar melambungkan nama, hehe.

  • Ending

Sebelum pulang ke klan Bumi, Ali bilang kalau Batozar selamat. Bagaimana caranya? “Kita akan segera bertemu lagi dengannya, Ra. Dia akan menjadi sekutu terkuat kita menghadapi si Tanpa Mahkota.” (Ali, hlm. 351). Baiklah, kita tunggu saja kehadiran Batozar apakah benar akan muncul di serial novel berikutnya.

Novel Ceros dan Batozar sudah berakhir namun di akhir cerita ada bagian epilog yang sangat untuk dilewatkan. Ali dan dan Seli yang pamer foto selfie di media sosial dengan latar belakang bangunan klan mereka masing-masing, kelakuan mereka memancing amarah Raib yang takut dunia paralel akan diketahui. Seli yang menggoda Raib dengan perhatian Ali. Sungguh gemas membacanya.

  • Berkesan

Bagian yang membuat saya terharu ketika Ali memutuskan mengorbankan dirinya tidak keluar dari Bor-O-Bdur.

Seli, murid teladan, yang mencemaskan tugas sekolah meskipun berada di luar yakni Kutub Utara. “Orangtua kita menunggu dengan cemas, Raib. Aku juga belum mengerjakan tugas laporan karyawisata Bu Ati. Tugas itu kan harus dikumpulkan segera. Minggu depan juga ada ulangan biologi. Kita belum sempat belajar.” (Seli, hlm. 317)

Don’t judge book by cover. Batozar, jahat namun baik hati. “Dalam petualangan kami di dunia paralel, kami tidak pernah bertemu dengan sosok yang misterius sekaligus dekat secara emosional. Baru kali ini kami menjumpai seseorang yang begitu spesial dalam arti sebenarnya.” (Hlm. 342)

 

Resensi Novel Komet

Komet Tere Liye.jpg

Judul Buku :  Komet

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit  : 2018

Jumlah Halaman, Ketebalan  :

384 hlm; 20 cm

 

SINOPSIS :

Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.

Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.

Buku kelima dari serial “BUMI”

  • Cover

Cover Komet menuangkan warna orange. Sama seperti novel Ceros dan Batozar juga ada gambar-gambar unik pada cover. Bintang laut besar tampak marah disertai tiga bintang laut kecil, gurita, burung berkepala tiga bersayap empat, kapal layar di tengah lautan, bohlam bercahaya, dan bangunan unik. Dengan adanya binatang-binatang aneh, sepertinya cerita kali ini lebih seru!

  • Alur Cerita

Di novel Ceros dan Batozar, Batozar sempat bilang bahwa si Tanpa Mahkota mencari komet. Tidak ada yang tahu apa itu sebenarnya komet sampai Ali si genius mendapatkan informasi bahwa tempat itu adalah klan, sebuah dunia paralel.

“Klan Komet adalah dunia paralel yang terus bergerak, portal masuknya ada di Klan Matahari, di sebuah pulau kecil di tengah lautan biru dengan tumbuhan aneh. Tempat itu menyimpan pusaka hebat.” (Hlm. 30)

Masuk ke Klan Komet sungguh menarik. Raib, Seli dan Ali bertualangan di 7 pulau dengan nama-nama hari. Mereka bepergian dari satu pulau ke pulau lainnya bertemu dengan saudara kembar Paman Kay. Setiap pulau yang dikunjungi selalu saya nanti-nanti, ada apakah di dalamnya.

Akhir perjalanan ini diakhiri dengan pengkhianatan. Juga munculnya Si Tanpa Mahkota yang mendahului mereka meraih buah kelapa yang ranum. Dan yang paling tidak saya duga adalah hadirnya Batozar sebagai penolong ketiga bocah yang diikat oleh Si Tanpa Mahkota. Loh bagaimana Batozar bisa muncul tiba-tiba di hadapan mereka? Penasaran kan?

Di akhir cerita Komet tertulis… “Perjuangan ini sama sekali belum berakhir. Dan harus menunggu lagi…”  Bersambung ke KOMET MINOR.

“Pulau itu adalah pintu menuju dunia lain. Dunia yang disebut dengan nama Komet Minor. Tidak pernah ada yang bisa menemukan pulau itu, Nak, karena pulau itu selalu bergerak di lautan, seperti kura-kura raksasa yang terus berenang.” (Hlm. 287)

  • Pengetahuan

Buku serial BUMI ini science fantasi tentunya ada ilmu pengetahuan yang diberikan di dalamnya. Dalam pelajaran biologi, Pak Gun menerangkan bahwa terdapat fakta adanya pohon coco de mer yang membutuhkan 80 tahun sekali untuk berbuah dan 7 tahun berikutnya untuk proses mematangkan buah tersebut. Itu berarti 87 tahun atau hampi satu abad, barulah pohon itu menghasilkan buah yang matang. Spesial langka dari tumbuhan kelapa, tumbuhan di Kepulauan Seychelles, Laut India. Tinggi pohonnya bisa mencapai 25-34 meter, dengan buah raksasa seberat 15-30 kilogram. Inilah buah dengan biji sebesar di seluruh bumi.

Saya kira fakta tumbuhan tersebut hanya ada dalam cerita, maklum kan ini novel fantasi. Ternyata beneran fakta adanya. Pohon itu beneran ada di Bumi setelah saya googling.

  • Tokoh 

Di novel Komet ini, saya mengetahui bagaimana rupa Si Tanpa Mahkota setelah dia muncul di festival terbesar di dunia paralel. Saya menduga sosok jahat mesti berwajah sangar atau dingin, ternyata berparas tampan berusia 40 tahun.

Karakter menarik adalah Paman Kay, yang setiap pulau dia memiliki kembaran.

Pulau Senin, Paman Kay si nelayan di perkampungan bawah tanah.

Pulau Selasa, Kakek Kay pemilik rumah makan

Pulau Rabu, Petani Kay

Pulau Kamis, Dorokdok-dok pemimpin para perompak dan pemegang pedang serta senjata-senjata hebat di Kepulauan Komet

Pulau Jum’at, Pemimpin Otoritas

Pulau Sabtu, Nelayan Kay.

Selama perjalanan mengarungi lautan dari satu pulau ke pulau lainnya, Raib, Seli dan Ali mendapatkan teman yang bisa menolong mereka mengendarai kapal. Namanya Max, dia seorang pelaut yang kapalnya rusak dibajak Dorok-dok-dok dan pengikutnya.

Raib, Seli dan Ali sungguh polos tidak menaruh curiga kepada Max. Saya sendiri sudah curiga ketika Max terus menerus mengikuti ketiganya dan menjadi supir kapal, bahkan sampai ikut masuk portal ke Pulau Minggu. Sebagai tujuan pulau terakhir, kenapa Max harus ikut sih? Punya kepentingan ada dia? Sungguh ketiga bocah ini polosnya keterlaluan, mereka kadung menganggap Max sebagai teman perjalanan.

  • Pesan Moral

Berikut kata-kata berharga dalam Novel Komet yang saya kutip dari Tuan Dokter, “Ketahuilah, dalam hidup ini, kadang kita melakukan sembilan puluh sembilan kebaikan, lantas tidak sengaja melakukan satu keburukan. Kita kadang lebih fokus pada satu keburukan tersebut, lupa betapa banyak yang telah kita lakukan.” (Hlm. 271). Nasehat yang Tuan Dokter berikan kepada Raib ketika Raib merasa tidak berhasil menyembuhkan semua para perompak yang terserang penyakit.

Resensi Novel Komet Minor

Komet-Minor-600x890.jpg

Judul Buku :  Komet Minor

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit  : 11 Maret 2019

Jumlah Halaman : 376 hlm

SINOPSIS :

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih tehnik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Buku keenam dari serial “BUMI”

 

  • Cover

Sampai di novel terakhir yang akan saya baca. Komet Minor dengan cover warna ungu agak pink. Gambar-gambar dalam cover adalah ikan paus, cermin bertangkai, tombok dengan ujung bersinar, kadal, ular yang membuka mulut dan menampakkan taring panjang, dua kubus terbang, awan-awan, bangunan unik. Merujuk pada Novel Komet yang berisi binatang raksasa, tiga binatang dalam novel kali ini mesti juga berukuran besar.

  •  Deskripsi yang Detail

Terkuak siapa Keturunan Murni itu dikatakan langsung oleh Si Tanpa Mahkota. Siapa? Siapa? Penasaran? Jangan tanya saya, baca kisah Komet Minor saja.

  • Setting Tempat

Bisa dibayangkan masuk ke perut ikan raksasa dan ternyata di dalamnya terdapat kehidupan besar? Ratusan kota, juga ribuan desa menghuni. Tidak perlu pakai akal pikirnya karena ini novel fantasi. Biarkan daya khayal memenuhi rongga otak kalian. Inilah Komet Minor.

Settingnya tidak sederhana. Kota maupun desa di dalam Komet Minor tersebut memiliki teknologi teleportasi paling hebat di seluruh klan yakni bisa berpindah tempat. Penduduk Komet Minor adalah bangsa nomad. Mereka hanya tinggal beberapa hari kemudian pindah kembali, hal tersebut dilakukan karena Komet Minor adalah tempat hewan mematikan dan berbahaya.

Jangan kalian bandingkan dengan film Mortal Engines, kota yang bisa bergerak di atas roda tank atau melayang dengan balon di udara.  Kota Komet Minor berpindah dalam sekejap bahkan setelah menghilang bekas kotanya tidak tampak di lahan yang pernah ditinggali. Amazing banget sih! Saya jadi malah memiliki gambaran kota masa depan yang penuh fantasi.

  • Ending

Masalah yang disebabkan Si Tanpa Mahkota telah berakhir. Dengan kalahnya Si Tanpa Mahkota dan akhirnya dia mendapatkan hukuman, kita sebagai pembaca mesti menyangka serial BUMI sudah berakhir. Nyatanya tidak. Di akhir cerita tertulis, “Petualangan ini masih dari jauh selesai.” Masih ada serial buku lainnya?

Tere Liye memberikan bocoran akan buku-buku lanjutannya. NEBULA, kisah tentang orang tua Raib. PROXIMA CENTAURI, kisah Ratu Calista akan diceritakan dalam spin off terpisah dengan petualangan dunia paralel. SI PUTIH, kucing Raib akan memiliki kisah tersendiri. Well, kita tunggu saja sang penulis dengan karya-karya yang dijanjikannya itu.

Penilaian Keseluruhan

Setiap serial novel ini memiliki warna cerita tersendiri, begitu pula dengan warna covernya. Warna-warna yang bakal disukai anak-anak. Di antara ketiga novel Tere Liye ini, saya menyukai Komet Minor. Berikut penilaian saya terhadap ketiga novel secara keseluruhan : poin menarik

  • Bahasa Sederhana

Berbeda dengan novel Tere Liye yang pernah saya baca (di luar serial petualangan fantasi ini), penulisan bahasanya sangat sederhana. Memang novel ini lebih menyasar ke segmen anak-anak sehingga mudah dipahami tanpa kata-kata sastra. Bahkan ada bahasa gaul yang dipergunakan Batozar, juga nama alay dari karakter baru yakni St4r dan Q1NG di Novel Komet Minor.

  • Amanat

Seperti novel-novel yang ditulis Tere Liye yang sudah-sudah, dia selalu menitipkan pesan moral dalam ceritanya.

  • Karakter yang Mengimbangi

Raib, Seli dan Ali mengingatkan saya pada karakter Harry Potter dan kedua temannya. Sama-sama tiga bocah, bedanya Harry Potter 2 laki-laki dan 1 perempuan, sedangkan novel Tere Liye ini terdiri 1 laki-laki dan 2 perempuan. Ibaratnya di Harry Potter, Raib itu si Harry Potter sebagai pemimpin, Seli si emosional, Ali itu Hermeoni si genius. Ali si genius, saya jadi belajar banyak darinya.

Kritik

  • Point of View

Ada yang rancu pada point of view (POV) atau sudut pandang bercerita. Tokoh aku, si Raib, yang bercerita malah melenceng ke sudut orang kedua. Pada novel Ceros dan Batozar  hlm. 320-321, tokoh utama yang sedang berada di kutub lalu beralih ke percakapan pasukan bayangan, perwira dan panglima di markas Pasukan Bayangan Kota Tishri yang mendeteksi sinyal dari lokasi Raib dan lainnya diculik Batozar.

Malah terkadang saya membaca cerita ini dari sudut ketiga tokoh utama, Raib, Seli dan Ali, mungkin karena Seli dan Ali selalu bersama-sama dengan Raib.

  • Alur Cerita

Kebanyakan alur cerita mudah ditebak. Khususnya pada Novel Ceros & Batozar, saya sudah tahu sebelum Ali mengatakan kebenaran kalau Ceros adalah dua saudara kembar Nggalanggeram dan Nggalanggeran yakni ketika Ceros menghilang dan langsung muncul Nggalanggeram dan Nggalanggeran. Pun setelah diketahui benda penting yang menjadi kunci cara keluar dari Bor-O-Bdur, saya pun tahu bagaimana Ali bisa keluar bersama-sama dengan Raib dan Seli tanpa perlu mengorban diri meskipun pengorbanan itu yang meluluhkan hati Nggalanggeram dan Nggalanggeran. Lalu karakter Batozar yang tidak seberbahaya yang dikatakan, bisa ketebak ketika membayar bungkusan nasi padang dan membeli peralatan lukis di mall. Akhir cerita, Batozar diceritakan kemungkinan hancur tak bersisa terkena puluhan tembakan, tidak mudah begitu saja untuk percaya bahwa dia benar-benar berakhir.  Batozar, tokoh spin off tidak akan mati begitu saja karena ia harus dimunculkan di serial BUMI selanjutnya. Ketika Ali mengatakan bahwa Batozar hanya menghilang, itu menguatkan saya bahwa Batozar benar masih hidup.

Sebagai penikmat novel fantasi seperti Harry Potter, Hunger Game, Hobbit dan Lord of Ther Ring, saya kurang menikmati novel serial BUMI dari Tere Liye ini meski ceritanya unik sih. Kurang ada feel untuk hanyut dalam ceritanya.


Saya memberikan appalaus untuk penulis serial Bumi ini, Tere Liye, yang mengangkat novel anak-anak sebagai bacaan anak-anak, apalagi ini novel dari Indonesia, patut diapresiasi bahkan semoga bisa terjemahkan ke bahasa asing agar mendunia. Bagi kalian yang suka serial BUMI, silahkan menantikan buku-buku selanjutnya. Semoga review ini bermanfaat ini ya.

SEE YOU ON MY NEXT POST!

XOXO

Advertisements

One thought on “Resensi Novel Ceros Dan Batozar, Komet, dan Komet Minor : Tiga Petualangan Fantasi, Persahabatan, dan Pengorbanan Tiga Penjelajah Dunia Klan

  1. Untuk penulis Indonesia yang menulis sci-fi, menurut saya ini emang sangat bagus, dan banyak masuk pengetahuan-pengetahuan berharga. Tapi dari segi keseluruhan, aku kok kayak kurang puas gitu ya sama endingnya, dan sama keseluruhan ceritanya. Ditambah lagi, ada spinoff yang kurasa emang nggak penting-penting amat untuk di buat, seperti ratu calista, dan si putih. Mengapa baru di sebut sekarang coba? Kan manjang-manjangin, hadeuh.

    Liked by 1 person

Leave a Reply to Kreta Amura Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s