Novel Yorick : Tentang Perjuangan Tak Patah Arang Manusia Bermental Baja

“Pemenang sejati adalah mereka yang berani bertempur sendiri, merangkul ‘musuh’ yang bernama amarah, memeluk ‘lawan’ yang bernama dendam, lalu mengajaknya berdamai dengan cinta kasih dalam keesaan Sang Maha.” (hlm. 321)

220px-Yorick_cover.jpeg

Judul Novel : Yorick

Pengarang : Kirana Kejora

Genre : Kisah nyata

Penerbit : PT. Nevsky Prospekt Indonesia

Tanggal rilis : Cetakan: I, 2018

Halaman : 336

ISBN : 978-602-528-830-2

-Sinopsis-

Novel ini berisi kisah inspiratif berdasarkan kisah nyata tentang perjuangan seorang anak laki-laki bernama Yorick yang berasal dari sebuah desa kecil di Kecamatan Panjalu, Ciamis. Sejak kecil, Yorick dirawat dan dibesarkan oleh Mak Encum, neneknya yang buta huruf, dalam kondisi serba kekurangan. Berbagai kejadian dramatis di bangku sekolah dan keadaannya yang miskin, membuat Yorick kecil merasa sangat rendah diri. Dia merasa hidupnya sangat berbeda dengan orang lain. Tapi Mak Encum tak pernah patah semangat. Dia selalu mengajarkan pada Yorick, bahwa setiap orang bisa mengubah hidupnya.

Saat Yorick berusia 11 tahun, Mak Encum, satu-satunya orang yang peduli kepadanya, mulai sakit-sakitan. Mereka harus terpisah, yang akhirnya membuat Yorick harus hidup sendiri. Yorick kecil hidup tidak menentu, menggelandang di jalan tanpa tujuan. Namun, pelajaran yang diajarkan Mak Encum untuk hidup mandiri, jujur, rajin, konsisten, dan pantang menyerah, berhasil membuat Yorick mengubah rasa kelaparan, hinaan, dan keterpurukan menjadi sesuatu yang positif, hingga dia berhasil melewati seleksi alam, yang terkuat dan menang. Hidupnya yang selalu tanpa pilihan membuatnya harus bisa melewati rintangan apa saja di hadapannya. Yorick harus berjuang mengandalkan seluruh kemampuan yang dimilikinya bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi juga untuk terus maju. Yorick bertahan hidup dengan bekerja serabutan, mencuci piring, mencuci sepeda motor, kuli angkut, servis komputer, sampai menjadi programmer IT.

Kegigihan Yorick akhirnya membuahkan hasil. Dia bisa membangun usahanya sendiri. Beberapa kali terjatuh, tak membuatnya patah, tetapi semakin menjadikan semangatnya membesar. Tak pernah patah, itulah prinsipnya. Hingga kini, bisnisnya berkembang menjadi jaringan bisnis besar di berbagai negara. Yorick berhasil mengubah diri dan dunianya, dari seorang anak kecil miskin menjadi seseorang yang mampu, mapan dalam segala hal.

Yorick berhasil membuktikan kalimat sakti sang Nenek, bahwa dunia ini adil. Namun, hingga kini, Yorick masih merasa, bahwa semua kebahagiaannya tidak pernah utuh. Sebab dia sama sekali belum pernah membahagiakan Mak Encum yang telah berpulang, yang sebenarnya sangat berhak atas semua pencapaian luar biasanya selama ini. Mak Encum, malaikat tak bersayap, juga raja tanpa mahkota bagi Yorick yang begitu dirindu. Sampai kapan pun, rasa rindu yang dirasakannya akan abadi. Mak Encum, bagi Yorick, selamanya sebagai sang maha guru dengan 1000 pelajaran, yang tak akan mungkin tergantikan.

-Opini-

Pertama kalinya saya membaca novel karya Kirana Kejora. Novel Yorick ini sungguh menyentuh hati saya 💕💕

Nama Yorick sebagai tokoh utama mengingatkan saya pada nama yang sama dari salah satu cerita dalam buku kumpulan cerita “Orang-orang Bloomington” karya Budi Dharma. Jika tokoh karya Budi Dharma itu berkisah di luar negeri, Yorick dalam novel karya Kirana Kejora berasal dari Indonesia. Yorick adalah sosok yang luar biasa. Dari Yorick, saya sebagai pembaca belajar dari kehidupannya. Bagaimana ia dengan segala keterbatasan malah mampu bertarung dengan kehidupan. Ialah yang juga mampu bersahabat dengan badai. Jika menjadi Yorick, mungkin saya tidak akan sekuat dia.

Tokoh lain yang tidak kalah hebat adalah Mak Encum, sosok di balik kesuksesan Yorick. Saya kagum dengan Mak Encum, dengan kondisinya yang buta huruf, beliau lah yang menempa Yorick agar kuat menjalani hidup.

Membaca kisah Yorick seperti membaca diri kita sendiri. Ya, kisah Yorick adalah kisah kita sebagai manusia. Setiap manusia mesti memiliki masalah dalam hidup, namun tidak semua orang bisa melampui batasnya di tengah keterbatasannya. Yorick adalah bukti manusia yang bermental baja. Berkali-kali gagal malah semakin menjadikan semangatnya membesar.


Kabar baiknya novel ini siap diangkat ke layar lebar loh! Masih dengan judul yang sama, Yorick. Nantinya film ini akan  menampilkan Ahmad Megantara dan Nina Kozok sebagai pemeran utama. Wah, nggak sabar untuk menonton apalagi saya suka akting Megan sejak dia main di Catatan si Boy The Series 😄😄.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s