Saatnya Resolusi Bisnis Jadi Nyata Bersama Ralali.com

Tahun baru selalu membawa harapan baru. Sudah kepikiran membuat resolusi apa nih kalian? Tentunya kalau saya punya daftar resolusi yang ingin diwujudkan. Dengan prinsip tahun baru ini harus lebih baik dari tahun  kemarin.

Bercermin pada tahun kemarin, beberapa yang bisa saya syukuri dalam hidup di antaranya berhasil menerbitkan novel, produktif menulis blog dan mendapatkan smartphone serta kamera digital baru. Tahun itu pun tahun yang penuh coller coster dalam hidup saya, selain keberhasilan juga ada kegagalan khususnya dalam berbisnis handycraft. Namun itu tidak menyusutkan saya untuk terus memperbaiki diri di tahun 2019 ini. Seperti istilah yang tengah viral kini, Menjemput Rejeki di Awal Tahun, kata-kata tersebut menjadi motivasi saya agar semangat mengapai impian di tahun baru. Tahun ini saya disibukkan dengan resolusi bisnis yang akan dijalani dan berbeda dengan bisnis saya sebelumnya.

1Tahun lalu adalah tahun kegagalan saya berbisnis karena memang masih setengah-setengah menjalankannya sebagai penghasilan sampingan. Di tahun baru yang menawarkan kesempatan untuk memperbaiki diri, saya melepaskan diri dari pekerjaan dan akan sepenuhnya fokus berbisnis. Ketakutan akan gagal lagi tidak memundurkan saya. Bukankah seorang pembisnis harus memiliki mental pantang menyerah? Dengan saya melepaskan diri dari pekerjaan adalah keberanian yang saya ambil agar keluar dari zona nyaman. Saya merasa selama berada dalam kondisi hidup yang nyaman membuat diri ini terlalu terlena dan malas mengejar kehidupan yang lebih baik. Dengan memiliki usaha, saya memberi kendali sepenuhnya atas diri sendiri, tidak lagi oleh atasan.

Ralali.com.jpgMengawali tahun baru, resolusi bisnis yang akan saya bangun berawal dari sebuah mimpi. Menjadi pengusaha sukses di usia muda sebelum usia 30 tahun. Kini di usia hampir seperempat abad, untuk mencapai titik tersebut, saya harus memotongnya menjadi impian-impian kecil yang mudah diraih, dimulai dengan membangun usaha kecil-kecilan. Waktu yang tepat memulainya adalah sekarang. Dan #IniSaatnya mengambil langkah membuka usaha di tahun 2019.

2Membuat #ResolusiBisnis2019 itu mudah, yang susah adalah merealisasikannya. Seperti resolusi diet yang tidak kesampaian dari tahun ke tahun, ya karena sekedar resolusi saja tanpa komitmen. Sebagai pengingat pembelajaran akan tahun lalu, resolusi tahun baru harus diterangkan dengan menyusun strategi yang jitu agar terarah.

  • Evaluasi Resolusi Tahun LaLu

Yang telah terjadi di tahun lalu pastinya resolusi dan impian beberapa ada yang belum tercapai. Itu juga yang saya alami. Kendala-kendala dari resolusi bisnis yang belum tercapai dapat dievaluasi agar di tahun baru ini bisa dihindari demi mencapai resolusi yang diinginkan.

  • Ide Bisnis Harus Realistis

Memastikan ide bisnis realistis adalah bisnis yang mudah dijalankan sesuai kemampuan dan dicapai dalam setahun. Tidak perlu muluk-muluk langsung berkeinginan membuat kafe mewah dan berkelas, jika modal saja pas-pasan. Ide bisnis bisa mulai dari hobi, passion, atau keahlian yang dimiliki. Misalnya yang suka masak, bisa menjalankan bisnis catering. Dari ide bisnis yang dipikirkan, lalu buat konsep bisnis yang spesifik agar rencana bisnis jelas dan terarah. Seperti spesifik produk yang ingin dijual, pemasaran, peluang pasar, nilai pembeda hingga kompetitor yang ada.

  • Buat To Do List

Menuliskan apa resolusi bisnis yang dinginkan di tahun baru dan menempelkan di tempat-tempat yang bisa dilihat, diperlukan agar bisa sebagai penyemangat apabila sedang down menggapainya. Dengan tulisan tersebut bisa fokus dan mempermudah  dalam melakukan langkah-langkah peluncuran produk. Catatlah dengan detil langkah apa yang harus diambil dan juga segala kebutuhan dan risiko yang dihasilkan.

  • Wujudkan

Sebuah ide akan tetap jadi ide tanpa diwujudkan. Merealisasikan ide bisnis bukan hal yang mudah. Proses ini akan cukup sulit sehingga harus gigih dan tekun dalam menjalankan segalanya.

Salinan Kiriman Twitter – Desain Tanpa Judul.pngJika di tahun lalu, saya berbisnis di bidang craft, tahun ini saya ingin berbisnis kuliner. Peluang usaha ini terus menjanjikan dan terus digemari banyak orang. Apalagi yang bertema camilan, ini sering dikonsumsi santai untuk yang menemani kala menonton atau pun bercanda gurau dengan keluarga dan teman. Saya juga kerap ngemil. Makanya dari hobi, ingin saya salurkan ke bisnis.

Sale Pisang Pacitan.pngSaya lahir dan tinggal di Kabupaten Pacitan. Meskipun daerahnya terpencil, banyak tempat wisata yang memukau dari goa hingga pantainya. Berkunjung ke Pacitan tidak akan lengkap kalau tidak membeli oleh-oleh khasnya. Yang paling laris diburu adalah Sale Cumi-Cumi alias sale pisang yang berbentuk cumi-cumi.  Irisan pisang digulung satu kali mirip seperti cumi yang ada lubang ditengahnya. Ketika merantau di luar kota, saya kerap membawa oleh-oleh khas Pacitan, Sale Pisang, untuk dibagikan ke teman-teman maupun rekan kerja. Semua suka rasanya kriuk dan manis khas sale Pacitan.

Saya tahu bagaimana proses pembuatannya karena masa kecil dulu pernah membantu bulek ketika liburan. Saya mengiris pisang dan mengulungnya di atas tampah bambu sepanjang kurang lebih dua meter untuk kemudian dijemur. Tidak hanya saya, anak-anak kecil juga banyak yang membantu. Satu tampah diharga 100 rupiah, senangnya bukan main. Dan Bulek lah yang menggoreng nantinya. Kenangan masa kecil itu ingin saya lakukan kembali.

Dari dulu hingga sekarang, Sale Pisang khas Pacitan tetap sama dalam kemasan mika. Belum ada yang mengembangkannya dalam kemasan yang unik yang memiliki daya tarik bagi calon pelanggan. Itulah yang menarik saya untuk berbisnis oleh-oleh khas daerah demi mengangkat ciri khas Pacitan dengan pisangnya. Juga memberikan inovasi varian rasa yang sedang digemari.

4Memulai bisnis baru tidak selamanya sulit, namun juga tidak sepenuhnya mudah. Ada hal yang harus dipertimbangkan dalam mempersiapkan sebuah usaha. Untuk memulai usaha camilan Sale Pisang, saya pun memiliki perencanaan.

Salinan Salinan Kiriman Twitter – Desain Tanpa Judul.png

  • Perencanaan Produk

Supaya produk Sale Pisang yang saya buat diingat masyarakat, pemberian nama diperlukan agar membangun produk yang bermutu tinggi. Gedhang Marem yang dari Bahasa Jawa berarti pisang memuaskan, nama tersebut dipadukan dengan pilihan rasa yang dinikmati semua kalangan sehingga memuaskan semua lidah. Selain rasa original, berbagai varian rasa akan tersedia seperti cokelat, green tea, dan pedas yang sesuai selera. Rasa terakhir tentu disukai karena hampir semua masyarakat Indonesia menyukai pedas. Ditambah slogan Marem Tenan (Sangat Puas) akan memberikan pesan mempengaruhi keputusan membeli. Ojolali ingat Marem ingat Sale Pisang Pisang. Dari luar kemasan pun saya ingin memikat. Kemasan Sale Pisang Pacitan dalam mika yang selalu monoton, saya ingin merubahnya dan memberikan sentuhan modern dengan kemasan kekinian yang bisa membuat orang sayang untuk tidak membelinya.  Bismillah semoga brand ini dekat dengan masyarakat.

  • Perencanaan Peralatan dan Bahan Produksi

Menentukan peralatan dan bahan untuk memulai usaha, saya sesuaikan dengan kapasitas produksi yang miliki, terutama bahan yang dibutuhkan banyak. Untuk bahan baku utama buah pisang, saya akan bekerjasama dengan petani pisang di Pacitan, hal ini sekaligus saya membantu petani lebih maju dengan adanya kerjasama ini.

Untuk alat dan bahan penunjang, wajan dan minyak goreng lah yang paling penting dibutuhkan. Karena proses pembuatan Sale Pisang Khas Pacitan dengan cara digoreng setelah dijemur. Untuk masalah suplai peralatan dan bahan, saya tidak ambil pusing mau mencari kemana. Saya percayakan kepada Ralali.com untuk belanja kebutuhan bisnis.

  • Perencanaan Tenaga Kerja

Saya ingin menjadikan usaha ini socioprenuer yang mana manfaat usaha tidak dirasakan saya seorang namun orang lain juga. Saya akan mengajak ibu-ibu rumah tangga dan para pemuda pengangguran untuk bekerja. Hal ini sesuai dengan impian saya untuk membantu membuka lowongan pekerjaan di Pacitan yang memang masih tergolong Kabupaten dengan kemiskinan yang terendah di Jawa Timur.

  • Perencanaan Pemasaran dan Promosi

Pacitan, sebagai kota pariwisata yang kaya akan tempat wisata, menjadi perhatian saya dalam pemasaran. Gedhang Marem akan dipasarkan kepada wisatawan dengan menitipkan dagangan ke toko oleh-oleh. Selain penjualan offline, juga dijual online. Karena kini semakin banyak orang berbelanja online.

5Sulitnya mencari barang kebutuhan bisnis, tidak lagi di era digital sekarang. Memanfaatkan teknologi memudahkan mencari kebutuhan bisnis yang dinginkan. Ralali.com sebagai B2B marketplace online kebutuhan bisnis pertama di Indonesia yang menghubungkan jutaan vendor dan UMKM agar mereka dapat memulai dan mengembangkan bisnisnya. Bisnis mudah dijalankan dalam genggaman tangan dengan Ralali Mobile Apps, selain akses lewat website.

Ralali.com. (2)Berdiri sejak 2014, Ralali.com sekarang memiliki 11.000 vendor terpercaya, 135.000 pelanggan, 250.000 produk, dan 2 juta pengunjung dari seluruh Indonesia setiap bulannya. Ralali.com memudahkan proses transaksi jual-beli melalui teknologi dan fitur seperti Fitur RFQ dan Ralali Billing sehingga proses bisnis lebih mudah, aman, dan transparan. Dengan adanya Ralali.com, pebisnis bisa membeli barang dalam kuota besar tanpa harus pergi kemana-mana, dan bisa melakukan pembayaran secara virtual.

This slideshow requires JavaScript.

Jutawan produk kebutuhan bisnis dari ribuan suppler terpercaya di Indonesia bisa didapatkan di Ralali.com, yang memudahkan saya berbelanja kebutuhan usaha  Sale Pisang. Banyak pilihan barang, harga, dan merek yang diinginkan. Saya pun menemukan wajan dan minyak goreng. Kebutuhan minyak goreng sesuai produksi harian, saya pun membeli dalam jumlah banyak. Di Ralali.com, saya mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan membeli produk secara grosir karena harga beli lebih murah. Belanja bisnis secara grosir, Ralali.com memang solusinya!

Ralali.com (2)Senangnya berbisnis dengan Ralali.com, pengeluaran bisnis lebih hemat dengan memanfaatkan promo. Apalagi Bulan Februari ini ada promo Valentine, ini tidak saya lewatkan.

Tidak hanya jadi pembeli, di Ralali.com bisa juga jadi penjual. Saya sangat terbantu sekali karena bisa memiliki website toko online sendiri dengan Seller Panel dan link URL Toko di Ralali.com. Orang-orang luar Kota Pacitan pun bisa membeli oleh-oleh Sale Pisang tanpa datang langsung ke Pacitan.

panel.pngRalali.com juga mempromosikan produk baik itu secara Online atau Offline seperti pameran industrial dan pameran lainnya. Tidak berhenti sampai di situ, dengan menjadi penjual bisa memanfaatkan Program Pembinaan Gratis dan dapatkan bimbingan serta edukasi gratis dari para trainer dan praktisi bisnis yang berpengalaman. Terbantu banget deh bagi saya yang akan memulai bisnis. Ditambah lagi ada portal bagi penjual Ralali.com yakni Ralali Seller Center yang akan mendapatkan  berbagai info, edukasi dan update berbagai event. Ralali.com memang partner terbaik yang bisa diandalkan.

Seperti Ralali dari Bahasa Jawa yang berarti tidak lupa, segala kemudahan berbisnis dari Ralali.com tidak akan saya lupakan. Karena ingat Ralali.com ingat belanja kebutuhan bisnis. Buat kalian yang sedang membangun bisnis, yuk ikuti cara saya bersama Ralali.com. Mau jadi pembeli atau penjual atau dua-duanya, semua ada mulai di sini.

6 (1)

“Success is walking from failure to failure with no loss of enthusiasm.”

— Winston Churchill

Kegagalan yang terjadi di tahun kemarin menempa saya tidak patah menyerah meraih bercita-cita. Tahun ini saatnya injak pedal gas dalam bisnis baru. Saya yang hobinya ngemil, menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan. Segala perencanaan telah saya susun agar resolusi bisnis tercapai. Dan #IniSaatnya lakukan jadi nyata. Doakan saya kuat dan berhasil menyelesaikan mimpi-mimpi kecil ini yang suatu hari berbuah sukses.

Ralali.com.png

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s