Enyahkan Pesimismu, Indonesia Membutuhkanmu Dukung Bersama Asian Games 2018

Teruntuk atlet-atlet Indonesia,

Sebelumnya, kuucapkan selamat bergabung sebagai kontingen bangsa Indonesia untuk bertempur dengan negara-negara lain pada pesta olahraga Asian Games 2018. Tanggungjawab besar membebani pundak kalian, kutahu sungguh berat di tengah pertanyaan yang mengusik dan patut diajukan.

“Mampukah atlet berjaya di Asean Games 2018 sementara prestasi dunia olahraga Indonesia terus merosot?”

Orang-orang saling sibuk menyalahkan penyebab kemunduran olahraga Indonesia. Salahkah kebijakan pemerintah saat ini, minimnya anggaran pembinaan atau memang kualitas atlet negara lain yang semakin terasah? Ujung-ujungnya mereka mengeluhkan keadaan bangsa ini.

Memang diakui, Indonesia yang pernah dijuluki sebagai Macan Asia merajai olahraga di Asia Tenggara sepanjang era orde lama dan orde baru, kini sudah tidak lagi kompetitif. Bahkan tertatih-tatih mencoba menyusul prestasi negara lain, untuk sekedar berprestasi di tingkat Asean pun sudah kesulitan. Kemunduran prestasi ini menandai makin suramnya masa depan olahraga Indonesia.

Catatan terburuk Indonesia adalah tidak adanya medali emas yang dibawa pulang pada Olimpiade 2012. Menambah deretan terendah prestasi Indonesia pada keikutsertaan di ajang olahraga antarnegara Asia Tenggara, SEA Games Malaysia 2017. SEA Games yang sejatinya sebagai batu loncatan ke arena yang lebih besar, seperti Asian Games, kejuaraan dunia, lalu Olimpiade, nyatanya Indonesia susah memenuhi target. Indonesia hanya mampu membawa pulang 38 medali emas dari target untuk meraih 55 medali emas dan harus puas di peringkat lima seperti tahun sebelumnya. Padahal dulu Indonesia mendominasi 10 kali menjadi juara umum di SEA Games. Capaian ini mengundang komentar-komentar yang kecewa dari segala pihak.

Lantas, masih pantaskah Indonesia disebut bangsa yang besar jika minim prestasi?

Hai, atlet-atlet Indonesia,

Krisis ini jangan membuat kalian pesimis. Di belahan bumi lain, atlet-atlet penyandang disabilitas nasional Indonesia menguyur banyak medali di tengah-tengah kemarau prestasi olahraga ini. Mereka mengharumkan nama Indonesia sebagai juara umum di ASEAN Para Games (APG) Malaysia 2017 yang merupakan ajang olahraga antarnegara se-Asia Tenggara khusus untuk atlet penyandang disabilitas. Lain lagi, para atlet penyandang disabilitas meraih 19 medali emas, 12 medali perak dan 5 medali perunggu dalam ajang kejuaraan dunia Special Olympics World Games 2015 di Los Angeles, Amerika Serikat. Juga atlet cabor angkat besi tanpa kaki sempurna, Ni Nengah Widiasih, mempersembahkan medali pertama Indonesia di ajang Paralimpiade 2016. Kondisi fisik mereka bukan penghalang untuk mencapai prestasi olahraga yang paling tinggi.

Kalian yang sehat jasmani dibandingkan mereka yang keterbatasan fisik, masihkah pesimis menaklukkan medan Asian Games 2018?

Jangan lupakan seseorang yang tumbuh dari keterbatasan keadaan dan kesederhanaan yang tengah menjadi perbincangan di berbagai linimasa. Dia, Lalu Muhammad Zohri, yang meraih medali emas nomor bergengsi lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018. Dia mencatat sejarah, sebagai orang Indonesia pertama dan juga orang Asia pertama yang mendapatkan medali emas di kejuaraan dunia U-20 100 meter putra. Sudahkah tersuntik semangat kalian oleh prestasi Zohri?

Hei, atlet-atlet Indonesia,

Jangan lupakan juga sejarah keberhasilan Indonesia dalam Asian Games. Indonesia menyandang predikat runner-up di Asian Games 1962 yang dilaksanakan di Jakarta sekaligus menjadi negara Asia Tenggara yang memiliki peringkat tertinggi. Mengulang sejarah, Indonesia yang kembali didaulat sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bisa mengembalikan kemenangan yang manis tersebut bahkan bisa melampauinya. Besar harapan bermain di kandang sendiri, Indonesia akan juara umum.

Apa salah memasang target tinggi? Toh, bermimpi itu gratis.

Faktanya, dalam turnamen uji coba Asian Games 2018, Indonesia berhasil menjadi juara umum mengungguli 19 negara lain yang berpartisipasi yang diselenggarakan selama 8 Februari hingga 15 Februari 2018. Indonesia meraih 30 emas, 19 perak, dan 18 perunggu. Meskipun belum bisa menjadi bahan tolok ukur untuk pertandingan sebenarnya nanti, kami rakyat Indonesia #dukungbersama bahwa kalian pasti bisa mencapainya.

Asian Games 2018 adalah momentum untuk kebangkitan olahraga Indonesia dan kembali menjadi Macan Asia. Pemerintah sudah menggelontorkan dana besar-besaran demi perhelatan acara internasional ini. Dukungan sponsor pun tidak luput menambah anggaran. Juga doa dari rakyat Indonesia yang mengalir terus untuk kalian. Tidak ada alasan lagi untuk tidak bersemangat memacu prestasi.

Hei atlet-atlet Indonesia,

Jangan gentar. Keluarkan kemampuan terbaik kalian nanti. Yakinlah usaha keras kalian akan terbayar lunas dan membanggakan Indonesia.

Apalah arti Indonesia di Asian Games 2018 tanpa ada semangat atlet-atlet yang akan berlaga. Kita harus optimis sebagai negara besar yang bisa menjadi juara umum.

Selamat bertanding! #dukungbersama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s