Pacitan Bisa Apa untuk Asian Games 2018?

Pacitan bisa apa untuk Asian Games 2018

“Di dalam Kitab Ramayana itu sudah dikatakan, hmm, negeri yang begini tidak bisa menjadi negeri yang besar! Sebab tidak ada, oh, up and down! Up and down! Perjuangan tidak ada!”

Itulah tukilan pidato Bung Karno yang menyiratkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang digembleng sejarah panjang. Indonesia telah berjuang di bawah kendali kekuasaan negara-negara penjajah selama berabad-abad. Demi kemerdekaan.

Menilik masa kini kenyataan bangsa ini jauh dari gaung kebesarannya. Geram rasanya mengamati berita yang beredar, banyak sekali pertikaian yang terjadi. Tersulut emosi sedikit cepat sekali bertindak tawuran. Tidak hanya fisik, perselisihan mulut pun juga. Tuduhan kerap dilimpahkan satu sama lain. Komentar-komentar negatif berseliweran di media sosial sudah tidak mengherankan.

Sering sekali saya mendengar orang memperbincangkan kemajuan dan keunggulan bangsa lain, tapi mereka malah suka memperolok bangsanya sendiri. Entah itu ekonomi, pendidikan hingga politik mereka keluhkan. Tampaknya mereka menutup telinga kebaikan negeri sendiri. Bahkan bagi generasi muda, mereka seakan tidak mau peduli apa yang sudah, sedang dan akan terjadi dengan bangsa ini. Kepungan pesimisme tengah melanda kehidupan masyarakat setiap hari.

Seharusnya tidak ada kata pesimis untuk bangsa Indonesia. Bukankah bila kita kembali menengok ke belakang, bangsa ini lahir dari sebuah keoptimisan. Seharusnya kita yang mewarisi kebesaran bangsa harus membangun kepercayaan diri masa depan bangsa Indonesia. Tak pantas jika bangsa ini seperti ditulis orang asing akan musnah di tahun 2030.

Tengoklah, seseorang yang tumbuh dalam kesederhanaan dan keterbatasan telah menyentakkan dunia sebagai juara lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 Finlandia 2018. Dia sprinter asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Jangan lupakan pebulutangkis ganda campuran yang berbeda suku dan agama, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang merebut emas di Olimpiade Rio 2016. Mereka representasi Bhinneka Tunggal Ika dengan perbedaannya. Keberhasilan bidang olahraga kita di mata dunia mendorong optimisme bahwa kita bangsa besar yang mempunyai prestasi.

Antusiasme olahraga bisa menciptakan kekompakan dan meningkatkan rasa nasionalisme. Asian Games 2018 adalah momentum kebangkitan nasional yang meneguhkan kembali semangat persatuan. Membuka optimisme yang akan melahirkan manusia baru berkarakter. Setelah tampil sebagai tuan rumah pada 1962, kini untuk kedua kalinya Indonesia kembali tampil sebagai negara penyelenggara pelaksanaan Pesta Olahraga Asia tersebut. Atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, sepatutnya rakyat Indonesia optimis akan eksistensi negara ini dalam kancah internasional. Bukankah negara lain kagum dengan keberagaman dan keindahan Indonesia, kenapa kita tidak bangga?

Bung Karno juga pernah berkata “Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat.”

Asian Games ke 18 bukan milik Jakarta maupun Palembang yang menjadi tempat saksi perhelatan nanti, tapi milik seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada. Saatnya rakyat Indonesia melebur menjadi satu. Kita enyahkan keraguan dan pupuk semangat kepada atlet-atlet bangsa yang akan berlaga. Sebagai masyarakat, kita punya tanggung jawab dalam menyukseskan event bergengsi ini.

Gaung semangat Asian Games 2018 sampai ke daerah terpencil di ujung barat pesisir selatan Jawa Timur. Ini tentang Pacitan. Kabupaten yang jauh dari kebisingan yang bahkan jarang menjadi perhatian dan juga terpinggirkan. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan kapur menjadikan tanah di daerah ini kering dan tidak subur. Jumlah penduduknya masih cukup tinggi dalam kemiskinan di atas rata-rata provinsi bahkan nasional. Tapi bangga kuakui, di sanalah aku dilahirkan.

Suatu ketika aku berkeliling kota. Bermaksud istirahat sebentar di depan pasar, malah tertahan lama oleh sorang wanita setengah baya muncul dengan bakul yang menyisakan sedikit sayur, berdiri dua meter di dekatku. Tampak beliau menunggu kendaraan akan pulang.

“Kok lucu enek kartunne. Kuwi apa ya, nduk? Njajal wacakno.”

Pertanyaan ibu itu yang diarahkan padaku membuat kedua bola mataku mencari-cari apa yang dimaksud. Tepat seberang jalan, ternyata spanduk berwarna merah menyala. Yang menarik perhatian ibu itu adalah tiga kartun yang menghiasi spanduk tersebut. Badak bercula satu memakai sarung tinju merah, burung cendrawasih kuning yang kuat mengangkat barbel lucu warna warni, dan rusa kecil dengan mulut lebar cerianya memainkan bola. Siapapun yang lewat dan melihat spanduk lucu tersebut tentu penasaran seperti ibu tersebut. Kujelaskan kepada beliau, mereka Maskot Asian Games 2018. Pesta Olahraga Asia yang bakal dilaksanakan di Indonesia bulan Agustus mendatang dan diikuti ribuan atlet dari 45 negara peserta.

Kulihat sepasang mata yang terpukau dari wajah tua Indonesia yang menaruh harapan pada kaum muda bangsa ini. Sebuah sunggingan manis muncul dari bibirnya. Senyum orang tua itu adalah dukungan bangga menjadi bagian Indonesia.

Spanduk Pacitan tentang Asian Games 2018

Tidak hanya satu spanduk bertema event Asian Games yang membentang di Kota Pacitan. Spanduk-spanduk yang sama banyak tersebar dan terpampang di kawasan sekolah, markas kodam, pasar, kantor bpjs, pertigaan dan beberapa titik Kota Pacitan yang dilewati pengguna-pengguna jalan. Ini juga adalah sosialisasi dari Pacitan kepada warga untuk menginformasikan agenda besar bangsa Indonesia.

Jika banyak didapati spanduk Asian Games 2018 yang sama dengan background berwarna merah atau biru, ada baliho yang berbeda ketika mengunjungi alun-alun Kota Pacitan. Terlihat jelas atas nama pemkab pribadi yang mendukung perhelatan Pesta Olahraga Asia ini. Baliho yang membanggakan ketika membacanya, bukti tertulis bahwa Pacitan memang menaruh perhatian besar pada Pesta Olahraga Asia ini meski dengan keterbatasan.

Spanduk Pemkab Pacitan tentang Asian Games 2018

Apakah Pacitan hanya bisa mendukung sebatas spanduk saja?

Kau harus tahu, Pacitan melahirkan pemuda pemudi yang menjadi perwakilan di Asian Games 2018. Ini adalah dukungan yang paling memberikan kontribusi besar. Atlet Pacitan yang bakal memperkuat Timnas Indonesia tersebut adalah yakni Veleg Dhany Ristan Krisnawan (BNI/Jakarta BNI Taplus) dan Novia Andriyanti (Pertamina/Jakarta Pertamina Energi) yang terpilih bergabung bersama 17 pemain hebat di Pelatnas Bola Voli Asian Games 2018.

Prestasi bola voli asal Pacitan sudah tidak diragukan. Pada Kejurprov Bola Voli Junior 2017, tim putra Pacitan sukses menjadi juara 1. Kali lain Happy Satya, yang meraih gelar Pemain Terbaik Kejurprov Voli Remaja 2016. Ada juga tim bola voli putra SMKN 2 Pacitan yang menjuarai LKS Tingkat Jawa Timur tahun 2014 dan sekaligus menjadi juara LKS Jatim 3 kali berturut-turut. Tentunya perwakilan atlet asal Pacitan di Asian Games 2018 bakal membanggakan. Veleg dan Novia bersama atlet-atlet Jawa Timur yang mendominasi jumlah kontingen adalah harapan bangsa sebagai penyumbang medali sekaligus membela Indonesia.

Tidak sampai di sini dukungan dari Kota Pacitan. Menyambut kunjungan wisatawan dari 45 negara atlet, Pacitan memiliki suguhan destinasi keren yang alami. Pacitan gencar mempromosikan pariwisata. Bagi penyuka surfing, Pantai Watu Karung memiliki ombak terbaik kelas dunia. Tidak perlu jauh-jauh ke Pantai Raja Ampat, di Pacitan memiliki pemandangan alam berupa pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah laut yang mirip yakni Pantai Kasap. Menjejaki Goa Gong, goa terindah di Asia Tenggara. Jelajahi Amazon-nya Pacitan di Sungai Maron. Mengunjungi Sphinx juga ada, di Pantai Klayar. Sungguh wisatawan tidak akan menyesal kecewa dengan pesona wisata rasa internasional ini.

Dukungan Pacitan tentang Asian Games 2018

Dukungan Pacitan adalah satu dari sekian daerah di Indonesia yang menyalurkan energi untuk para atlet yang akan berlaga. Apalah arti perjuangan mereka jika rakyat tidak mendukung. Demi mereka, rakyat Indonesia harus menyalurkan optimisme agar Indonesia kuat. Saatnya dukung bersama.

Pacitan telah dukung bersama daerah-daerah lain untuk Asian Games 2018. Bagaimana dengan kotamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s