[IDVolunteering] Bersama Masyarakat Desa Bumiaji Menyulap Limbah Kulit Kelinci Menjadi Produk Eksotis

Tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dan agrobisnis, Kota Batu juga dikenal menjadi ikon pengembangan kelinci. Apabila mengunjungi kota ini, tak jauh dari pusatnya akan dijumpai beberapa warung sate kelinci yang merupakan salah satu kuliner khas kota ini. Pemanfaatan ternak kelinci selama ini sebatas daging saja, padahal kulit bulu dari sisa penyembelihan berpotensi sebagai barang kerajinan kulit. Sulitnya proses pengolahan kulit  yang belum tersentuh teknologi dan kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut, membuat para peternak menganggapnya hanya limbah tidak bernilai jual sehingga dibuang begitu saja. Potensi kulit bulu dari sisa penyembelihan sebenarnya dapat dipergunakan sebagai barang kerajinan kulit. Salah satu desa yang berpotensi akan peternakan kelinci adalah Desa Bumiaji.

 

Ide gagasan mewujudkan pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat yang berbasis peternakan untuk melakukan pelatihan pengolahan kulit bulu kelinci yang bernilai ekonomi tinggi berasal dari M. Muchlas dan Safitri (Peternakan 2010) serta Adwin (Teknik 2010). Dengan disiplin ilmu yang berbeda, mereka membuat mesin otomatis penyamakan kulit kelinci yang efisien berbasis teknologi kerakyatan bernama O’Brien. Dalam pelaksanaan sosial diserahkan kepada kami sebagai adik tingkat. Bersama Meliyana (Peternakan 2012), Haditya (Peternakan 2011), Lutfi (Peternakan 2013), kami berkolaborasi dengan Umam (Teknik 2011), Agus (Teknik 2011), dan Analisis (Mantan Teknik 2011 yang kini Agroindustri UMM 2014). Tujuan pemberdayaan ini tidak hanya bertujuan penambah perekonomian para peternak saja. Pada tahun 90an peternakan kelinci di Desa Bumiaji memang berada di puncak kejayaan namun mulai tahun 2000an mengalami penurunan. Ternak kelinci yang dulunya menjadi pekerjaan utama mereka sekarang hanya pekerjaan sampingan saja. Membangkitkan kejayaan peternakan kelinci seperti dahulu itulah impian kami, yang memang memerlukan proses panjang.

Tim

 

Sebenarnya matakuliah penyamakan kulit kelinci tidak diajarkan kepada angkatan saya dan Meliyana. Penyamakan merupakan teknik mengolah kulit mentah menjadi kulit samak. Penyamakan perlu dilakukan karena kulit-kulit kelinci mentah rentan terhadap pembusukan yang menyebabkan produk tersebut mudah rusak sehingga membutuhkan proses pengawetan sebelum kulit diolah lanjut menjadi kerajinan. Beruntung kami didukung oleh dosen teknologi hasil peternakan, Ir. Aris Sri Widati, MS, kami selalu berdiskusi mengenai bahan dan proses penyamakannya sebelum penerapan kepada masyakat. Verifikasi penyamakan kami lakukan di laboratorium pribadi milik Fakultas Peternakan.

hasil-uji-analisis-kulit-kelinci (1)

Tidaklah mudah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Dimulai awal tahun 2014, bersama tim mulai melakukan pendekatan yang untungnya tidak terlalu menyulitkan karena dengan ketua kelompok peternakannya sudah mengenal ketika saya dan Meliyana pernah melakukan magang di desa tersebut pada pertengahan tahun 2013. Tempat pelaksanaan penyamakan menggunakan ruangan bekas kandang kelinci yang luas milik salah satu peternak. Saat pelatihan pertama kali, antusias dan banyak bapak-bapak yang hadir untuk mengikuti pelaksanaan. Proses pengelupasan lemak pada kulit kelinci mentah yang melelahkan memerlukan waktu lama hingga satu jam per kulitnya sebelum diolah dalam mesin pada hari pertama, kami rasa itu adalah alasan mengapa hari selanjutnya hanya sedikit yang bersedia hadir. Padahal hari selanjutnya hingga akhir, proses penyamakan tidak melelahkan tenaga. Hanya melelahkan waktu saja untuk menunggu mesin berputar yang terkadang satu putaran membutuhkan beberapa jam dan menit. Tanggungjawab sosial ini sangat membuat kami semangat menjalankan.  Lokasi Desa Bumiaji yang tidak dekat dari tempat kos membuat kami terkadang kesulitan mengenai transportasi. Seringkali kami harus ‘memalak’ teman-teman ataupun adik angkatan untuk mau meminjamkan motor untuk menempuh jarak setengah jam perjalanan. Mendapatkan motor tidak pandang apakah kondisi baik apa tidak, kami sikat asal segera dapat berangkat ke desa. Menyusul lepas Isya, saya dan Meliyana pernah menggunakan motor yang kebetulan kurang baik kondisinya membuat kami harus menuntun motor hingga pom bensim gara-gara spidometer tidak berfungsi saat bensin tuntas habis. Bahkan terjatuh pula pernah kami alami, dan saya hanya menertawakan penderitaan ini saat berkumpul bertemu dengan anggota lain di lokasi. Lama proses penyamakan membuat kami selalu pulang malam dari Desa Bumiaji. Menembus malam Kota Batu yang dingin, motor pernah mogok di jalanan saat pulang jam Cinderella (12 malam).

Pelatihan Penyamakan

Kulit Hasil Penyamakan

Terkadang rasa jenuh dan ingin menyerah itu ada, Bahkan ada di awal pelaksanaan. Tapi perasaan itu berusaha tepis jauh-jauh. Jika saya menyerah sekarang, bayangan bahwa peternakan kelinci Desa Bumiaji akan bangkit hanya bualan semata.

Merasakan proses panjang dalam pengabdian ini, membuat saya bersyukur bahwa nikmat perjalanan inilah yang saya rasakan ini sangat bernilai. Adalah bohong jika menggapai impian tanpa mau usaha. Tidak memikirkan bahwa proses ini merugikan kuliah saya seperti yang dikatakan salah satu istri peternak, saya menerima setiap jengkal perjalanan ini.

Sempat terhenti selama setahun, awal bulan November 2015 ini kami mulai kembali mengabdikan diri walaupun berkurang personil yang sudah lepas kuliah melanjutkan kerja di lur kota. Dilanjutkan oleh yang tersisa yakni saya, Meliyana, Lufti dan Analis membina peternak-peternak kelinci Desa Bumiji. Selagi ada waktu sembari mengerjakan skripsi, selagi ada waktu berbagi dengan masyakarat, selagi waktu itu pula saya ingin orang yang bermanfaat. Hingga kini masih berlanjut pengabdian kami. Memang selama ini belum ada hasilnya. Ini cuma langkah kecil dan awalan untuk bisa dilanjutkan oleh generasi kami.

Produk

IVD2015
Advertisements

One thought on “[IDVolunteering] Bersama Masyarakat Desa Bumiaji Menyulap Limbah Kulit Kelinci Menjadi Produk Eksotis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s